Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PLN Hadirkan Listrik untuk Kebun Buah Naga di Solok, Panen Bisa Berlangsung Sepanjang Tahun

Hendra Efison • Jumat, 3 Juli 2026 | 21:30 WIB
PLN menyalakan listrik 33 kVA di kebun buah naga milik Nofriadi di Solok untuk mendukung penerapan teknologi pertanian modern.
PLN menyalakan listrik 33 kVA di kebun buah naga milik Nofriadi di Solok untuk mendukung penerapan teknologi pertanian modern.

PADEK.JAWAPOS.COM –Kebun buah naga milik Nofriadi di Solok kini berpeluang menghasilkan panen sepanjang tahun.

Pemanfaatan sistem pencahayaan berbasis listrik membuat fase pembungaan tanaman dapat diatur sehingga buah naga tetap berproduksi meski di luar musim.

Teknologi tersebut didukung pasokan listrik dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat melalui program Electrifying Agriculture.

Penyalaan listrik berdaya B1/33 kVA dilakukan di wilayah kerja PLN UP3 Solok, ULP Singkarak, Selasa (30/6/2026).

Listrik dimanfaatkan sebagai sumber energi utama untuk sistem pencahayaan buatan yang mengendalikan siklus pembungaan tanaman.

Dengan cara itu, frekuensi panen dapat meningkat, produktivitas kebun menjadi lebih optimal, dan pasokan buah naga berlangsung lebih berkelanjutan.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya PLN mendorong pemanfaatan teknologi kelistrikan di sektor pertanian.

Selain meningkatkan efisiensi operasional, penggunaan listrik juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha pertanian.

Penyalaan listrik di kebun buah naga itu dihadiri Manager PLN ULP Singkarak Robby Prakoso bersama pemilik kebun, Nofriadi.

Teknologi Kelistrikan Dukung Pertanian Modern

Pemilik kebun buah naga, Nofriadi, mengapresiasi dukungan PLN yang telah menyediakan pasokan listrik sesuai kebutuhan usahanya.

Menurutnya, kehadiran listrik menjadi penunjang penting dalam pengembangan budidaya buah naga yang dikelolanya.

General Manager PT PLN (Persero) UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, mengatakan program Electrifying Agriculture dirancang untuk mendorong pemanfaatan energi listrik sebagai bagian dari modernisasi sektor pertanian.

"PLN berkomitmen menghadirkan listrik yang andal untuk mendukung sektor-sektor produktif, termasuk pertanian. Melalui program Electrifying Agriculture, kami ingin mendorong pemanfaatan energi listrik sebagai penggerak inovasi sehingga petani dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan daya saing usahanya," ujar Ajrun.

Ia menambahkan, pemanfaatan listrik tidak hanya membantu proses produksi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Jadi Contoh bagi Pelaku Usaha Pertanian

Ajrun menilai Sumatera Barat memiliki potensi pertanian yang besar untuk terus dikembangkan melalui penerapan teknologi berbasis listrik.

Karena itu, PLN akan terus memperluas implementasi program Electrifying Agriculture dengan menghadirkan layanan kelistrikan yang andal dan sesuai kebutuhan pelanggan di sektor produktif.

Menurutnya, keberhasilan penerapan teknologi listrik di kebun buah naga Singkarak diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha pertanian lainnya.

Pemanfaatan listrik dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung pengembangan pertanian yang lebih modern.

PLN UID Sumatera Barat menegaskan akan terus mendukung sektor-sektor produktif melalui penyediaan energi yang andal dan berkelanjutan.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, menciptakan nilai tambah ekonomi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(*)

Editor : Hendra Efison
#PLN Electrifying Agriculture #kebun buah naga Solok #listrik pertanian #panen buah naga #PLN UID Sumatera Barat