Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tiga Strategi SIG Jadi Senjata Hadapi Persaingan Industri Semen, Andalkan Go to Market hingga Business Derivative

Hendra Efison • Selasa, 7 Juli 2026 | 11:00 WIB
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyampaikan tiga strategi utama perusahaan saat sharing season memperingati HUT ke-68 Pengambilalihan Pabrik PT Semen Padang di Padang, Senin (6/7/2026).
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyampaikan tiga strategi utama perusahaan saat sharing season memperingati HUT ke-68 Pengambilalihan Pabrik PT Semen Padang di Padang, Senin (6/7/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mempercepat implementasi tiga strategi utama untuk memperkuat daya saing di tengah tekanan industri semen nasional. Ketiga strategi tersebut meliputi Go to Market, Cost Leadership, dan Business Derivative, yang menjadi fondasi transformasi bisnis perusahaan sejak 1 Juli 2025.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan transformasi yang telah berjalan selama satu tahun mulai menunjukkan hasil positif terhadap kinerja perusahaan. Meski demikian, langkah tersebut akan terus dipercepat agar SIG mampu menghadapi perubahan pasar yang semakin dinamis.

Menurutnya, industri semen saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kelebihan pasokan (oversupply), ketidakpastian geopolitik global, hingga kenaikan biaya energi. Kondisi tersebut menuntut perusahaan tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berinovasi.

"Ketiga strategi ini harus terus dipercepat dan diperluas agar perusahaan semakin tangguh menghadapi persaingan," kata Indrieffouny di Padang, Senin (6/7/2026).

Go to Market Perkuat Kedekatan dengan Pelanggan

Strategi pertama yang dijalankan SIG adalah Go to Market. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume penjualan, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan di seluruh segmen pasar.

SIG memperkuat bisnis ritel melalui pengembangan jaringan distribusi, peningkatan kualitas layanan, dan pemanfaatan digitalisasi agar proses bisnis menjadi lebih cepat, tepat, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan.

Perusahaan juga meningkatkan peran corporate sales dengan pendekatan yang lebih terarah kepada pelanggan proyek, BUMN, pemerintah, maupun sektor swasta.

"Kita tidak hanya menjual semen, tetapi menawarkan solusi menyeluruh yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan sehingga mampu membangun hubungan bisnis jangka panjang," ujar Indrieffouny.

Melalui strategi tersebut, SIG berharap mampu memperluas pangsa pasar sekaligus membangun loyalitas pelanggan di tengah kompetisi yang semakin ketat.

Efisiensi Jadi Kunci Lewat Cost Leadership

Selain memperkuat pasar, SIG juga mendorong efisiensi melalui strategi Cost Leadership. Indrieffouny menegaskan efisiensi tidak lagi dipahami sebatas penghematan biaya operasional, tetapi menjadi budaya kerja yang harus diterapkan di seluruh lini perusahaan.

Menurutnya, setiap insan SIG harus memiliki pola pikir untuk menghasilkan proses bisnis yang lebih efektif melalui inovasi dan kolaborasi.

"Efisiensi tidak hanya dilakukan melalui penghematan, tetapi juga melalui inovasi dan kolaborasi," katanya.

Ia menambahkan, kehadiran pemain-pemain baru di industri semen membuat perusahaan harus mampu menghasilkan produk secara lebih efisien tanpa mengurangi kualitas maupun pelayanan kepada pelanggan.

Business Derivative Buka Sumber Pendapatan Baru

Strategi ketiga adalah Business Derivative, yakni memperluas bisnis di luar produk semen konvensional. SIG akan mempercepat pengembangan berbagai solusi bahan bangunan beserta produk turunannya sebagai sumber pertumbuhan baru.

Diversifikasi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing perusahaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap siklus bisnis semen yang cenderung berfluktuasi.

Menurut Indrieffouny, peluang pengembangan usaha di sektor bahan bangunan masih terbuka lebar dan perlu dimanfaatkan untuk menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.

Dengan mengombinasikan strategi Go to Market, Cost Leadership, dan Business Derivative, SIG optimistis mampu menjaga pertumbuhan usaha di tengah tekanan industri.

Ia mengajak seluruh jajaran perusahaan, mulai dari Dewan Komisaris, Direksi, staf pimpinan, karyawan hingga Serikat Pekerja, untuk mendukung percepatan transformasi melalui koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi yang semakin kuat.

"Koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi harus terus diperkuat. Integritas juga harus dijunjung tinggi dalam setiap aktivitas perusahaan," ujar Indrieffouny.

Bagi SIG, transformasi bukan sekadar program jangka pendek, melainkan langkah berkelanjutan untuk memastikan perusahaan tetap kompetitif serta mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan pemegang saham di tengah perubahan industri yang berlangsung cepat.(*)

Editor : Hendra Efison
#transformasi SIG #Go to Market SIG #Cost Leadership SIG #Business Derivative SIG #industri semen nasional