Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PNM Dampingi Korban Bencana Agam, Bentuk Klaster Usaha Berbasis Potensi Lokal

Novitri Selvia • Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:58 WIB
SOSIALISASI PEMBERDAYAAN – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Padang bersama Pemerintah Kabupaten Agam berfoto bersama peserta usai pelaksanaan Program Klasterisasi X PNM Humanity di Kecamatan Tanjung Raya, Jumat (17/7). Program tersebut memberikan pendampingan trauma healing, edukasi kebencanaan, serta penguatan potensi usaha bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam. (PNM FOR PADEK)
SOSIALISASI PEMBERDAYAAN – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Padang bersama Pemerintah Kabupaten Agam berfoto bersama peserta usai pelaksanaan Program Klasterisasi X PNM Humanity di Kecamatan Tanjung Raya, Jumat (17/7). Program tersebut memberikan pendampingan trauma healing, edukasi kebencanaan, serta penguatan potensi usaha bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam. (PNM FOR PADEK)

 

PADEK.JAWAPOS.COM-PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero Cabang Padang mendampingi korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam melalui Program Klasterisasi X PNM Humanity. 

Program yang digelar di Nagari Salareh Aia dan Huntara OW Linggai, Kecamatan Tanjung Raya, itu menggabungkan trauma healing, edukasi kebencanaan, hingga pembentukan klaster usaha berbasis potensi lokal.

Sebanyak 115 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 76 nasabah PNM dan 39 masyarakat nonnasabah. Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mental dan ekonomi masyarakat.

Pemimpin Cabang PNM Padang, Hendra Jalius, mengatakan PNM ingin hadir mendampingi masyarakat agar mampu bangkit dan kembali produktif setelah terdampak bencana.

"PNM ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit. Kami tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan agar masyarakat kembali kuat secara mental, sosial, dan ekonomi. Melalui Klasterisasi X PNM Humanity, kami berharap masyarakat mampu bangkit, kembali menjalankan usaha, dan membangun kehidupan yang lebih mandiri," ujarnya.

Di Nagari Salareh Aia, peserta mengikuti sesi trauma healing yang dipandu Psikolog Anggreini Ade Putri Remiyanto, M.Psi., Psikolog. Kegiatan tersebut bertujuan membantu masyarakat mengenali dan mengelola emosi, mengurangi tekanan psikologis, serta membangun kembali rasa aman dan optimisme.

Sementara di Huntara OW Linggai, peserta tidak hanya mendapat pendampingan psikologis, tetapi juga edukasi kebencanaan dan pemetaan potensi usaha berbasis hasil perikanan Danau Maninjau.

Dalam kegiatan itu, nasabah PNM Mekaar sekaligus pelaku usaha olahan ikan danau, Dedek, turut berbagi pengalaman membangun usaha. Ia memotivasi peserta agar kembali melihat peluang, memanfaatkan potensi lokal, dan berani memulai usaha setelah bencana.

Hendra menegaskan, trauma healing menjadi langkah awal sebelum masyarakat didampingi mengembangkan usaha yang berkelanjutan.

"Trauma healing merupakan langkah awal untuk menguatkan kembali semangat masyarakat. Setelah mental dan kepercayaan diri mulai pulih, proses selanjutnya adalah mendampingi masyarakat membangun kembali usaha melalui potensi yang tersedia di daerahnya," katanya.

Ia menambahkan, Program Klasterisasi X PNM Humanity akan berlanjut melalui pendampingan bersama Pemerintah Kabupaten Agam, BPBD Agam, pemerintah nagari, psikolog, dan pelaku usaha lokal.

Pendampingan meliputi penguatan kapasitas masyarakat, identifikasi potensi ekonomi, hingga pembentukan klaster usaha berbasis perikanan Danau Maninjau yang diharapkan mampu meningkatkan produksi, pengolahan, pemasaran, dan daya saing produk lokal.(rel) 

Editor : Novitri Selvia
PNM Humanity Hendra Jalius PNM Padang Nagari Salareh Aia