Kementerian UMKM Dorong Mahasiswa Jadi Wirausaha, WIBAWA Grow Day 2026 Digelar di UNS

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 23:51 WIB
Deputi Kementerian UMKM Riza Damanik diwawancarai wartawan pada WIBAWA Grow Day 2026 di UNS.(Foto: UNS)
Deputi Kementerian UMKM Riza Damanik diwawancarai wartawan pada WIBAWA Grow Day 2026 di UNS.(Foto: UNS)

PADEK.JAWAPOS.COM – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat kapasitas wirausaha muda agar mampu menjadi pelaku usaha yang produktif, inovatif, serta menciptakan lapangan kerja sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program kolaboratif PRO-KESRA Produktif dalam kegiatan Wirausaha Muda Mahasiswa (WIBAWA) Grow Day 2026 bertema Berani Mulai, Siap Bertumbuh yang digelar di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sabtu (18/7).

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, menegaskan perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga harus melahirkan inovator, pengusaha, dan pencipta lapangan kerja.

"Tidak semua lulusan harus menjadi pengusaha, namun setiap lulusan wajib memiliki pola pikir kewirausahaan, yakni peka melihat masalah, berani mengambil risiko secara terukur, mampu menghadirkan solusi, serta menciptakan nilai bagi masyarakat," ujar Riza di hadapan ratusan mahasiswa UNS.

Menurutnya, Kementerian UMKM hadir untuk memastikan setiap gagasan kewirausahaan tidak berhenti pada tahap konsep, tetapi berkembang menjadi bisnis yang mampu bersaing di pasar.

"Ide yang baik belum tentu menjadi bisnis yang baik. Ide harus diuji, produk harus menjawab kebutuhan, pasar harus dipahami, keuangan harus dicatat, dan usaha harus terus diperbaiki," katanya.

Riza menjelaskan, WIBAWA Grow Day 2026 menjadi bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Regulasi tersebut menjadi pedoman penguatan ekosistem kewirausahaan melalui kolaborasi kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan nasional meningkat menjadi 3,6 persen pada 2029 dan mencapai 8 persen pada 2045.

Sebagai tindak lanjut program, seluruh rangkaian PRO-KESRA Produktif diintegrasikan dengan SAPA UMKM, platform layanan terpadu Kementerian UMKM yang menyediakan berbagai layanan pengembangan usaha bagi para wirausaha.

Riza berharap sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dapat melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing.

"Keberhasilan wirausaha masa depan dibangun melalui keberanian mengambil langkah pertama, kedisiplinan menguji pasar, serta kemauan untuk terus belajar dan bertumbuh melalui dukungan ekosistem yang disiapkan pemerintah," ujarnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
WIBAWA Grow Day 2026 rasio kewirausahaan nasional Perpres Nomor 38 Tahun 2026 wirausaha muda kementerian umkm