PADEK.JAWAPOS.COM-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda berani menghadapi risiko jika ingin sukses menjadi pengusaha.
Menurutnya, kerugian merupakan bagian dari proses membangun usaha dan menjadi bekal penting menuju keberhasilan.
Pesan itu disampaikan Amran saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Pengusaha Tani Indonesia (PTI) di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (21/7).
Di hadapan pengusaha muda dan mahasiswa, Amran mengatakan tidak ada pengusaha besar yang lahir tanpa melalui masa-masa sulit.
Baca Juga: Sinergi Industri Semen dan Pupuk Diperkuat untuk Dukung Swasembada Pangan
"Kalau mau menjadi pengusaha, yang Anda tunggu adalah rugi dulu. Minimal lima sampai sepuluh tahun. Begitu untung, hasilnya bisa berlipat. Siap rugi berarti siap jadi konglomerat," ujar Amran.
Menurutnya, pengalaman menghadapi kegagalan merupakan pembelajaran yang tidak didapat di bangku kuliah. Mereka yang takut merugi, kata dia, cenderung enggan mengambil peluang sehingga sulit berkembang.
"Rugi itu adalah guru terbaik menuju sukses. Orang yang takut rugi tidak akan pernah menjadi pengusaha besar. Asal ada manusia takut rugi, tidak usah jadi pengusaha," tegasnya.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Indonesia Swasembada Delapan Komoditas Pangan, NTP Petani Tertinggi Sepanjang Sejarah
Amran juga menepis anggapan bahwa sektor pertanian kurang menarik bagi generasi muda. Ia menyebut sebagian besar konglomerat Indonesia justru membangun bisnis dari sektor berbasis pertanian, mulai dari pangan, perkebunan hingga industri pengolahan hasil pertanian.
"Masalahnya bukan di sektor pertaniannya, tetapi pada mindset kita. Hampir 80 persen konglomerat Indonesia bergerak di sektor berbasis pertanian. Artinya, pertanian adalah sektor yang menjanjikan jika dikelola dengan kerja keras, inovasi, dan keberanian mengambil risiko," katanya.
Ia mendorong Pengusaha Tani Indonesia menjadi organisasi yang mampu melahirkan pengusaha muda tangguh sekaligus menjadi contoh pengembangan pertanian modern di berbagai daerah.
Amran juga mengajak anggota PTI memanfaatkan lahan produktif, membangun kawasan percontohan berbasis teknologi, serta menjadi motor pemberdayaan petani dan generasi muda.
"Bangunkan lahan tidur, hidupkan pemuda, hidupkan desa. Jadilah teladan. Kalau pertanian dikelola secara modern dan profesional, saya yakin akan lahir semakin banyak pengusaha besar dari sektor pertanian Indonesia," ujarnya.
Amran menegaskan Kementerian Pertanian siap berkolaborasi dengan PTI untuk mempercepat lahirnya wirausaha muda di sektor pertanian melalui pendampingan, pemanfaatan teknologi modern, serta pengembangan kawasan percontohan di berbagai daerah.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan organisasi pengusaha muda menjadi salah satu kunci memperkuat regenerasi petani sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian menuju Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: Jaga Pangan, Polri-Pemprov Sumbar Komit Tekan Hama Sawah
Menutup arahannya, Amran menekankan pentingnya karakter sebagai modal utama seorang pengusaha. Keberanian menghadapi kegagalan, disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah dinilai menjadi pembeda antara mereka yang berhenti di tengah jalan dan mereka yang berhasil membangun usaha.
"Kalau kehilangan uang, Anda tidak kehilangan apa-apa. Kalau kehilangan semangat, Anda kehilangan sesuatu. Tetapi kalau kehilangan karakter, Anda kehilangan segalanya. Karakter itulah yang akan membawa seseorang menjadi pemimpin dan pengusaha yang sukses," pungkas Amran.(*)
Editor : Heri Sugiarto