Kementerian UMKM: Pembiayaan dan Akses Pasar Harus Berjalan Bersamaan agar UMKM Naik Kelas

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 08:06 WIB
Pembukaan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Jember bersama pelaku UMKM dan pemerintah daerah.(Foto: Humas)
Pembukaan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Jember bersama pelaku UMKM dan pemerintah daerah.(Foto: Humas)

PADEK.JAWAPOS.COM – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat komitmennya membangun ekosistem usaha mikro melalui perluasan akses pembiayaan, pendampingan, dan akses pasar. Upaya tersebut diwujudkan lewat Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (21/7/2026).

Festival ini menghadirkan layanan terpadu yang menghubungkan berbagai kebutuhan pelaku usaha mikro, mulai dari legalitas usaha, akses pembiayaan, pengembangan kapasitas, hingga konsultasi bisnis.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Usaha Mikro yang juga Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, menegaskan pemberdayaan usaha mikro tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, akses pembiayaan harus berjalan beriringan dengan perluasan pasar agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.

"Pemerintah ingin membangun ekosistem usaha yang sehat. Memberikan akses pembiayaan tanpa diikuti akses pasar justru berpotensi menjadi beban bagi pengusaha karena produk yang dihasilkan tidak terserap. Sebaliknya, ketika permintaan pasar meningkat tetapi UMKM kesulitan memperoleh modal, peluang tersebut juga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, kedua aspek ini harus dihadirkan secara bersamaan," ujar Riza.

Ia menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, dan Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza, pemberdayaan UMKM kini dilakukan melalui pendekatan ekosistem yang mengintegrasikan seluruh kebutuhan pelaku usaha, mulai dari legalitas, pembiayaan, pendampingan hingga pemasaran.

Riza menyebut Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro menjadi implementasi pendekatan tersebut. Pada 2026, festival diselenggarakan di 10 provinsi, dengan Jawa Timur menjadi salah satu lokasi pelaksanaan dan Kabupaten Jember sebagai tuan rumah.

"Festival ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus upaya pemerintah menghadirkan kemudahan dan pelindungan bagi usaha mikro agar semakin tumbuh, berkembang, dan produktif," katanya.

Riza juga memaparkan perkembangan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Juli 2026, penyaluran KUR nasional telah melampaui Rp160 triliun, atau lebih dari separuh target penyaluran tahun ini sebesar Rp290 triliun.

Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan realisasi penyaluran KUR terbesar di Indonesia. Hingga Juli 2026, penyaluran KUR di provinsi tersebut mencapai lebih dari Rp27 triliun kepada lebih dari 470 ribu UMKM.

Sementara di Kabupaten Jember, penyaluran KUR telah menembus Rp1 triliun kepada lebih dari 20 ribu UMKM. Sebanyak 69 persen pembiayaan tersebut disalurkan ke sektor produksi, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di kisaran 65 persen.

"Penyaluran pembiayaan ke sektor produksi memberikan dampak yang lebih besar karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah ekonomi, sekaligus memperkuat sektor-sektor unggulan daerah. Di Jember, pembiayaan yang dominan mengalir ke sektor pertanian akan memperkuat ekonomi daerah sekaligus mendukung program prioritas nasional menuju swasembada pangan," jelas Riza.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengapresiasi penunjukan Jember sebagai lokasi penyelenggaraan festival.

Menurutnya, kegiatan tersebut akan membantu pelaku usaha mikro melalui berbagai layanan, mulai dari fasilitasi perizinan, akses permodalan, hingga pendampingan usaha.

"Festival ini akan sangat membantu usaha mikro melalui berbagai layanan, mulai dari fasilitasi perizinan, akses permodalan, hingga pendampingan usaha. Pemerintah Kabupaten Jember akan terus bersinergi dengan Kementerian UMKM untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada usaha mikro agar mampu tumbuh dan naik kelas," ujar Fawait.

Selain layanan konsultasi dan pendampingan, festival juga menghadirkan bazar produk unggulan Kabupaten Jember sebagai sarana memperluas akses pasar sekaligus memperkenalkan produk-produk terbaik daerah kepada masyarakat.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan, Kementerian UMKM berharap ekosistem usaha mikro semakin inklusif, produktif, berdaya saing, serta mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.(*)

Editor : Heri Sugiarto
Kredit Usaha Rakyat KUR Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha UMKM Jember akses pembiayaan UMKM kementerian umkm