PADEK.JAWAPOS.COM-PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui program PNM Green Impact. Memperingati Hari Mangrove Sedunia, PNM bersama pemerintah daerah, komunitas lingkungan, masyarakat, dan nasabah binaan menanam 22.000 bibit mangrove secara serentak di 18 titik kawasan pesisir di Indonesia, Minggu (26/7).
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PNM dalam menjaga ekosistem pesisir. Sejak 2024 hingga 2026, perusahaan telah menanam 196.700 pohon mangrove di 58 lokasi di berbagai daerah sebagai upaya melindungi kawasan pesisir sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Khusus di Sumatera Barat, PNM Cabang Padang menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan Sungai Pinang. Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dan masyarakat setempat.
Ketua Komunitas Anak Desa Sungai Pinang, Dafit, mengapresiasi komitmen PNM yang konsisten mendukung pelestarian mangrove sejak 2022. Menurutnya, hingga kini PNM telah berkontribusi menanam sekitar 8.000 bibit mangrove di kawasan tersebut.
"Manfaatnya sudah dirasakan masyarakat, mulai dari melindungi pesisir dari abrasi, menjaga kelestarian biota laut, hingga mendukung mata pencaharian masyarakat melalui hasil perikanan dan potensi ekowisata. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut," ujarnya.
Pemimpin PNM Cabang Padang, Hendra Jalius, mengatakan pelestarian kawasan pesisir membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Momentum Hari Mangrove Sedunia menjadi pengingat pentingnya menjaga ekosistem pesisir demi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat.
"Melalui kegiatan Green Impact dengan penanaman 1.000 bibit mangrove ini, PNM ingin memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan," katanya.
Menurut Hendra, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pemberdayaan masyarakat. Lingkungan yang terjaga akan mendukung keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada kawasan pesisir.
Selain berfungsi melindungi pantai dari abrasi, intrusi air laut, dan gelombang ekstrem, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut serta berperan penting menyerap karbon. Ekosistem mangrove juga membuka peluang ekonomi baru melalui pembibitan mangrove, ekowisata, budidaya perikanan ramah lingkungan, hingga pengolahan produk bernilai tambah.
Melalui PNM Green Impact, PNM menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui akses pembiayaan dan pendampingan usaha, tetapi juga dengan menjaga kelestarian lingkungan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.(rel)
Editor : Novitri Selvia