AGAM, PADEK.JAWAPOS.COM – Empat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nagari Koto Baru, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, kini lebih mudah ditemukan melalui Google Maps setelah mendapat pendampingan digitalisasi dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Padang (KKN UNP).
Pendampingan tersebut menyasar UMKM dengan kebutuhan berbeda, mulai dari pembuatan titik lokasi usaha di Google Maps, desain spanduk, hingga pembuatan video dokumenter profil usaha.
Program ini dilakukan setelah tim KKN melakukan survei dan wawancara langsung dengan pelaku usaha di Nagari Koto Baru.
Keempat UMKM yang mendapat pendampingan tersebut adalah UMKM Berkah Bersama, UMKM Kerupuk Awak, Toko Kelontong Buk Vira, dan Lapak Kue Basah Rezky.
Digitalisasi lokasi menjadi salah satu kebutuhan yang ditemukan mahasiswa KKN karena sebagian usaha sebelumnya belum memiliki titik lokasi pada peta digital.
Kondisi tersebut membuat calon pelanggan, terutama dari luar daerah, berpotensi mengalami kesulitan menemukan lokasi usaha.
Kerupuk Awak Rasakan Manfaat Google Maps
Salah satu UMKM yang mendapat pendampingan adalah Kerupuk Awak yang berlokasi di Jalan Ka Salo, Koto Baru.
Usaha yang berdiri sejak 2007 tersebut mempekerjakan sembilan orang dengan pembagian tugas mulai dari pembuatan adonan, pemotongan, penjemuran, pengemasan, hingga distribusi.
Kerupuk Awak memproduksi sejumlah jenis kerupuk, di antaranya kerupuk Palembang dan kerupuk jengkol.
Selain membantu membuat titik lokasi di Google Maps, mahasiswa KKN UNP juga mendokumentasikan proses produksi usaha tersebut melalui video.
Pemilik Kerupuk Awak, Buk Pipih, mengatakan keberadaan lokasi usaha di Google Maps memberikan manfaat bagi pelanggan.
“Sangat bermanfaat. Dengan adanya Google Maps, banyak pelanggan yang lebih mudah menemukan lokasi usaha kami,” ujar Buk Pipih.
Warung dan Lapak Kue Ikut Masuk Peta Digital
Pendampingan juga diberikan kepada Toko Kelontong Buk Vira yang menjual kebutuhan sehari-hari dan buka setiap hari. Sebelum didampingi mahasiswa KKN UNP, warung tersebut belum terdaftar di Google Maps.
Setelah lokasi usaha didaftarkan, Buk Vira berharap warungnya semakin dikenal masyarakat dan jumlah pelanggan bertambah.
Sementara itu, Lapak Kue Basah Rezky juga mendapat bantuan pembuatan titik lokasi di Google Maps sekaligus desain spanduk usaha. Lapak tersebut dinilai sudah cukup ramai pembeli, tetapi sebelumnya belum memiliki titik lokasi digital maupun spanduk usaha.
Untuk UMKM Berkah Bersama, mahasiswa KKN UNP membuat video dokumenter yang menampilkan proses produksi batu bata secara tradisional.
Seluruh proses tersebut dikerjakan oleh pengelolanya, Kak Ani, mulai dari mencampur tanah dan pasir, mencetak, mengeringkan, hingga membakar batu bata.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa KKN UNP berharap keempat UMKM dapat terus memanfaatkan fasilitas digital yang telah dibuat setelah program KKN berakhir.
Kehadiran lokasi usaha di peta digital menjadi bagian dari upaya membantu pelaku usaha lokal agar lebih mudah ditemukan masyarakat.(*)
Mahasiswa KKN UNP mendampingi pelaku UMKM di Nagari Koto Baru dalam pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps.
Editor : Hendra Efison