PADEK.JAWAPOS.COM – Jumlah investor di pasar modal domestik mencapai 30,06 juta investor hingga Juli 2026, tumbuh 47,63 persen secara year to date (ytd). Pada periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 10,51 persen secara month to month (mtm) ke level 6.236,13.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan hasil asesmen sektor jasa keuangan dan kebijakan OJK tersebut dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Juli 2026, Selasa (4/8/2026).
Sepanjang Juli 2026, jumlah investor pasar modal bertambah 1,10 juta secara mtm. Dengan perkembangan tersebut, jumlah investor secara ytd tumbuh 47,63 persen menjadi 30,06 juta investor.
Penguatan jumlah investor berlangsung bersamaan dengan perbaikan kinerja pasar saham domestik.
IHSG pada akhir Juli 2026 ditutup pada level 6.236,13, naik 10,51 persen secara mtm, meskipun secara ytd masih terkoreksi 27,88 persen.
Investor Asing Kembali Catat Net Buy
Tekanan jual investor asing di pasar saham domestik juga mereda pada Juli 2026. Investor asing mencatat net buy Rp1,62 triliun, berbalik dari posisi net sell Rp19,63 triliun pada Juni 2026.
Dari sisi likuiditas, rata-rata bid-ask spread pasar saham domestik menyempit menjadi 1,33 persen pada Juli dari 1,75 persen pada Juni.
Sementara itu, Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) tercatat Rp14,31 triliun, turun dari Rp22,23 triliun pada bulan sebelumnya.
Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada akhir Juli berada di level 430,46 atau naik 0,14 persen secara mtm. Namun, indeks tersebut masih terkoreksi 2,35 persen secara ytd.
Minat investor asing terhadap Surat Berharga Negara (SBN) tetap positif dengan net buy Rp6,39 triliun secara mtd per 29 Juli 2026. Pada Juni 2026, posisi net buy investor asing di SBN tercatat Rp22,43 triliun.
Dana Kelolaan Pasar Modal Capai Rp1.025 Triliun
Kinerja industri pengelolaan investasi juga tetap terjaga. Nilai Asset Under Management (AUM) per 30 Juli 2026 mencapai Rp1.025,12 triliun, meningkat 2,08 persen secara mtd atau 1,69 persen secara ytd.
Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp663,26 triliun, naik 1,59 persen secara mtd. Investor reksa dana juga membukukan net subscription Rp3,43 triliun secara mtd per 30 Juli 2026.
Dari sisi penghimpunan dana, korporasi domestik telah mengumpulkan Rp121,96 triliun dari pasar modal hingga akhir Juli 2026 secara ytd.
Dana tersebut terdiri atas tujuh Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), 12 Penawaran Umum Terbatas (PUT), sembilan Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS), serta 105 Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS.
Sementara itu, terdapat 15 rencana Penawaran Umum dalam pipeline dengan nilai indikatif Rp11,88 triliun.
Perkembangan pasar modal tersebut berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pada Juli 2026, IMF merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3 persen dari proyeksi April sebesar 3,1 persen.
Di dalam negeri, inflasi Juli 2026 tercatat 2,88 persen secara yoy, sedangkan aktivitas manufaktur kembali memasuki zona ekspansi dengan PMI sebesar 50,2.
Berdasarkan perkembangan tersebut, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga dengan dukungan bauran kebijakan fiskal dan moneter.(*)
Editor : Hendra Efison