PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM – Pembiayaan perbankan syariah di Sumatera Barat mencapai Rp13,27 triliun pada Juni 2026, tumbuh 16,22 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator positif perkembangan industri perbankan syariah di Sumbar.
Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan OJK Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, dalam kegiatan “Afternoon Tea dengan Wartawan Media Sumatera Barat”, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Manager Senior Syarifah Soraiya, dan Deputi Direktur Wibowo Haditomo Suryadi.
Berdasarkan perkembangan sektor perbankan syariah posisi Juni 2026, total aset perbankan syariah di Sumatera Barat mencapai Rp15,14 triliun atau tumbuh 10,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan juga tercatat pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Total DPK perbankan syariah mencapai Rp11,62 triliun atau tumbuh 6,70 persen secara tahunan.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan mencapai Rp13,27 triliun. Angka tersebut tumbuh 16,22 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan aset maupun DPK perbankan syariah.
Dari sisi risiko pembiayaan, rasio Non-Performing Financing (NPF) tercatat 1,94 persen. Rasio tersebut meningkat dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,58 persen.
Selain perbankan syariah, perkembangan positif juga terlihat pada Bank Perekonomian Rakyat (BPR), baik konvensional maupun syariah, di Sumatera Barat.
Pada Juni 2026, total aset BPR tercatat Rp3,04 triliun atau tumbuh 6,34 persen secara tahunan. Sementara penghimpunan DPK mencapai Rp2,21 triliun atau tumbuh 7,05 persen.
Adapun total penyaluran kredit atau pembiayaan BPR mencapai Rp2,27 triliun, tumbuh 1,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penyaluran kredit dan pembiayaan BPR juga memiliki porsi yang besar terhadap sektor UMKM. Sebanyak 71,15 persen dari total kredit atau pembiayaan BPR disalurkan kepada UMKM.
Perkembangan tersebut menunjukkan perbankan syariah dan BPR tetap mencatatkan pertumbuhan pada sejumlah indikator utama hingga Juni 2026, dengan pembiayaan perbankan syariah menjadi salah satu indikator yang tumbuh paling tinggi.(*)
Editor : Hendra Efison