Investor Pasar Modal Sumbar Tembus 501.131, Tumbuh 139,16 Persen

Hendra Efison • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 20:55 WIB
Kepala OJK Sumbar Roni Nazra saat menyampaikan perkembangan pasar modal Sumbar dalam Afternoon Tea bersama wartawan, Jumat (7/8/2026).
Kepala OJK Sumbar Roni Nazra saat menyampaikan perkembangan pasar modal Sumbar dalam Afternoon Tea bersama wartawan, Jumat (7/8/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM – Jumlah investor pasar modal di Sumatera Barat mencapai 501.131 Single Investor Identification (SID) hingga Juni 2026. Angka tersebut tumbuh 139,16 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Juni 2025 yang tercatat 209.537 SID.

Data tersebut disampaikan Kepala Perwakilan OJK Sumatera Barat Roni Nazra dalam kegiatan Afternoon Tea dengan Wartawan Media Sumatera Barat, Jumat (7/8/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Manager Senior Syarifah Soraiya dan Deputi Direktur Wibowo Haditomo Suryadi.

Pertumbuhan jumlah investor terjadi pada sejumlah instrumen pasar modal. SID saham mencapai 143.819 investor atau tumbuh 38,56 persen (yoy), sedangkan SID Reksa Dana mencapai 483.745 investor atau meningkat 144,63 persen.

Untuk Surat Berharga Negara (SBN), jumlah SID tercatat 11.261 investor atau tumbuh 26,09 persen (yoy). Sementara itu, SID Efek Beragunan Aset (EBA) tercatat 3 investor, tidak berubah dibandingkan periode sebelumnya.

Aktivitas transaksi pasar modal meningkat

Selain pertumbuhan jumlah investor, aktivitas transaksi pasar modal Sumatera Barat juga mengalami peningkatan hingga Juni 2026.

Nilai transaksi tercatat Rp18,11 triliun, meningkat 159,91 persen dibandingkan Juni 2025 yang sebesar Rp6,97 triliun.

Volume transaksi mencapai 54,851 juta saham atau tumbuh 166,27 persen secara tahunan. Sementara itu, frekuensi transaksi tercatat 4,932 juta kali, meningkat 201,84 persen dibandingkan Juni 2025 yang sebanyak 1,634 juta kali.

Perkembangan pasar modal tersebut berjalan bersamaan dengan pertumbuhan sejumlah sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Sumatera Barat.

Pada perusahaan pembiayaan, total pembiayaan yang disalurkan hingga Mei 2026 mencapai Rp6,03 triliun. Nilai tersebut tumbuh 8,92 persen (yoy), sedangkan risiko pembiayaan atau non-performing financing (NPF) tercatat 2,65 persen dan turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dana pensiun dan fintech lending

Perusahaan dana pensiun juga mencatat pertumbuhan aset hingga Juni 2026. Total aset mencapai Rp2,80 triliun atau tumbuh 5,94 persen (yoy).

Namun, jumlah peserta dana pensiun tercatat 4.710 peserta atau mengalami kontraksi 1,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada sektor fintech lending, jumlah pemberi pinjaman hingga April 2026 tercatat 8.582 akun. Jumlah tersebut turun 7,64 persen dibandingkan April 2025 yang mencapai 9.292 akun.

Sebaliknya, jumlah penerima pinjaman mencapai 209.756 akun atau tumbuh 4,81 persen dari April 2025 yang sebanyak 200.128 akun.

Outstanding pinjaman pada April 2026 tercatat Rp1,489 triliun. Angka tersebut tumbuh 8,72 persen (yoy) dibandingkan April 2025 yang sebesar Rp1,369 triliun.

Tingkat TWP90 atau tingkat wanprestasi 90 hari tercatat 2,53 persen pada April 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Desember 2025 yang berada pada level 1,88 persen.

Modal ventura dan lembaga keuangan mikro

Perusahaan modal ventura di Sumatera Barat pada Juni 2026 mencatat penyertaan modal sebesar Rp55,98 miliar. Nilai tersebut terkontraksi 7,10 persen secara tahunan.

Sementara itu, perusahaan penjaminan yang berkantor pusat di Sumatera Barat mencatat total aset Rp472,65 miliar atau tumbuh 1,44 persen (yoy).

Pertumbuhan juga tercatat pada lembaga keuangan mikro. Hingga Juni 2026, total aset mencapai Rp7,06 miliar atau tumbuh 8,71 persen (yoy).

Total penyaluran pembiayaan lembaga keuangan mikro mencapai Rp2,80 miliar atau tumbuh 11,62 persen. Adapun jumlah debitur eksisting tercatat 919 debitur atau tumbuh 23,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.(*)

Editor : Hendra Efison
pasar modal Sumatera Barat SID Sumatera Barat fintech lending Sumbar investor Sumbar OJK Sumbar