Usai Merger dengan BPR Ophir, Deposito BPR SAN Melonjak 340 Persen

Two Efly • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 11:26 WIB
Bambang Sumarkul
Bambang Sumarkul

SIMPANG EMPAT, PADEK.JAWAPOS.COM — PT BPR Swadaya Ampek Nagari (SAN) mencatat lonjakan penghimpunan dana deposito hingga 340,38 persen setelah resmi bergabung dengan PT BPR Ophir melalui proses merger yang mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berdasarkan neraca penutupan dan neraca pembukaan pasca-merger, dana deposito PT BPR SAN meningkat dari Rp5,27 miliar menjadi Rp22,90 miliar. Kenaikan tersebut menjadi salah satu perubahan paling signifikan dalam skala usaha perseroan setelah penggabungan.

Direktur Utama PT BPR SAN, Bambang Sumarkul, mengatakan merger memberikan dampak positif terhadap fundamental perusahaan, baik dari sisi aset, permodalan maupun potensi peningkatan laba.

“Penggabungan ini memberikan dampak yang sangat positif terhadap fundamental perusahaan, baik dari sisi aset, permodalan maupun potensi peningkatan laba,” ujarnya kepada Padang Ekspres, Minggu (9/8/2026).

Selain deposito, peningkatan juga terjadi pada sejumlah indikator keuangan lainnya. Total aset PT BPR SAN naik dari Rp64,79 miliar menjadi Rp104,34 miliar atau tumbuh 61,04 persen.

Sementara itu, baki debet kredit meningkat dari Rp34,54 miliar menjadi Rp62,54 miliar. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 81,06 persen setelah merger.

Tabungan Naik 31,45 Persen

Penghimpunan dana masyarakat melalui tabungan juga mengalami peningkatan. Total tabungan naik dari Rp52,42 miliar menjadi Rp68,99 miliar atau tumbuh 31,45 persen.

Menurut Bambang, penguatan modal setelah merger memberikan ruang yang lebih besar bagi PT BPR SAN untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan. Ekspansi kredit akan diarahkan terutama pada sektor produktif yang menjadi basis ekonomi Pasaman Barat.

“Modal yang lebih kuat memberikan ruang bagi kami untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan. Peluang ekspansi kredit akan kami optimalkan agar mampu mendorong pertumbuhan pendapatan bunga sekaligus meningkatkan laba perusahaan secara berkelanjutan,” katanya.

Sektor yang menjadi sasaran pembiayaan antara lain UMKM, perdagangan, pertanian, dan perkebunan. Penguatan kapasitas intermediasi tersebut diharapkan dapat memperbesar peran PT BPR SAN dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Jaringan Layanan Bertambah

Pasca-merger, jaringan pelayanan PT BPR SAN juga bertambah dari sebelumnya dua kantor menjadi empat kantor. Jaringan tersebut terdiri atas satu kantor pusat, dua kantor cabang, dan satu kantor kas.

Kantor pusat berada di Jalan Jenderal Sudirman, ruas Simpang Empat–Manggopoh. Dua kantor cabang masing-masing berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kenagarian Jambak, serta Jalan Flores Kuamang, Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang.

Sementara itu, kantor kas berada di Jalan Buya Lubuk Landua, Kecamatan Pasaman, Kenagarian Bandar Rejo. Perluasan jaringan tersebut diharapkan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan perbankan sekaligus meningkatkan penghimpunan dana dan penyaluran kredit.

Bambang mengatakan merger juga membuka peluang peningkatan efisiensi melalui integrasi sumber daya, jaringan kantor, teknologi, dan sumber daya manusia. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan biaya operasional dan memperbaiki profitabilitas perusahaan.

PT BPR SAN kini menargetkan penguatan bisnis melalui peningkatan kualitas layanan, inovasi produk, digitalisasi layanan perbankan, serta ekspansi pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan.

Manajemen berharap penguatan modal, peningkatan aset, perluasan jaringan layanan, serta struktur organisasi pasca-merger menjadi fondasi pertumbuhan perusahaan sekaligus memperbesar dukungan pembiayaan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Pasaman Barat.(*)

Editor : Hendra Efison
BPR SAN merger BPR SAN Ophir deposito BPR SAN BPR Pasaman Barat aset BPR SAN