PADEK.JAWAPOS.COM – Kecerdasan buatan (AI) dapat membantu pelaku UMKM mempercepat pembuatan konten pemasaran, mulai dari mencari ide, menyusun konsep promosi hingga membuat kalender konten. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut tetap harus disertai strategi dan pemahaman terhadap produk serta target konsumen.
Praktisi digital marketing, Arizi Utama, menyampaikan hal itu dalam pelatihan pemasaran digital bagi pelaku UMKM binaan Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP).
Menurut Arizi, AI dapat digunakan untuk membantu berbagai tahapan produksi materi pemasaran. Teknologi tersebut antara lain dapat membantu menyusun naskah promosi dan menyesuaikan pesan dengan karakter target konsumen.
Pemanfaatan AI juga dapat membantu pelaku usaha menyiapkan ide konten ketika membutuhkan variasi materi untuk media sosial.
“Dengan dukungan tersebut, proses produksi konten dapat dilakukan lebih cepat dan terencana,” ujar Arizi di hadapan 30 pelaku UMKM, Kamis (6/8/202).
Media Sosial Bukan Sekadar Tempat Posting
Arizi menekankan pelaku UMKM perlu mengubah cara pandang terhadap media sosial. Platform digital tidak seharusnya hanya digunakan untuk mengunggah foto atau informasi produk.
Konten yang dipublikasikan perlu memiliki tujuan yang jelas. Selain memberikan informasi mengenai produk, materi pemasaran harus mampu membangun kedekatan dengan audiens dan menumbuhkan kepercayaan calon konsumen.
Karena itu, pelaku usaha perlu memahami karakter audiens sebelum menentukan materi yang akan dipublikasikan. Pesan pemasaran juga harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumen yang menjadi sasaran.
Identitas Merek Jadi Dasar
Selain strategi konten, Arizi menilai identitas merek merupakan bagian penting dalam pemasaran digital. Produk perlu memiliki karakter yang kuat dan jelas agar mudah dikenali serta memiliki pembeda dari produk sejenis.
Identitas tersebut perlu tercermin dalam materi komunikasi yang dibuat di berbagai platform digital. Dengan karakter merek yang jelas, pesan pemasaran dapat disampaikan secara lebih konsisten kepada konsumen.
AI dapat membantu menyusun konsep promosi, membuat variasi ide dan menyiapkan materi komunikasi. Namun, hasil yang diberikan teknologi tidak dapat langsung digunakan tanpa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Hasil AI Tetap Perlu Diolah
Arizi mengingatkan pelaku UMKM tetap perlu memahami karakter produknya sebelum menggunakan hasil dari AI. Materi yang dihasilkan teknologi harus diperiksa dan diolah agar sesuai dengan identitas merek serta kebutuhan pelanggan.
Pemanfaatan AI, menurutnya, lebih tepat ditempatkan sebagai alat pendukung untuk mempercepat pekerjaan. Pemahaman pelaku usaha terhadap produk dan konsumennya tetap menjadi bagian penting dalam menentukan isi konten.
Dengan pendekatan tersebut, pelaku UMKM dapat menggunakan AI untuk membantu proses produksi konten tanpa kehilangan karakter usaha yang dibangun.
Materi mengenai AI dan strategi konten tersebut menjadi bagian dari Digital Marketing Training for UMKM: AI for Selling and TikTok Live Mastery yang diikuti pelaku UMKM binaan FKIKSP.
Pelatihan juga membekali peserta dengan materi digital marketing, branding, optimalisasi media sosial dan praktik pemasaran melalui TikTok Live.(*)
Editor : Hendra Efison