PADEK.JAWAPOS.COM — PT Semen Padang menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum untuk bangkit, memperkuat daya saing, dan merebut kembali kepercayaan pasar. Pesan itu disampaikan Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar saat menjadi inspektur upacara di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Senin (17/8/2026).
Pri menegaskan, peringatan kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi pengingat atas perjuangan, keberanian, dan pengorbanan para pahlawan dalam merebut sekaligus mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, semangat perjuangan para pendahulu bangsa perlu diteruskan insan PT Semen Padang melalui kerja keras, keberanian menghadapi tantangan, serta pengabdian terbaik sesuai bidang masing-masing.
“Bagi kita, insan PT Semen Padang, medan perjuangan itu adalah menjaga, mempertahankan, dan membesarkan perusahaan yang kita cintai. Kita bukan sekadar berbicara tentang pabrik, produksi, penjualan, atau target RKAP,” kata Pri.
Semen Padang Diminta Berani Hadapi Persaingan
Pri mengatakan, perjuangan insan PT Semen Padang saat ini adalah memastikan perusahaan tetap tumbuh, sehat, kompetitif, dan mampu memberikan manfaat yang luas.
Karena itu, setiap karyawan diminta memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab yang kuat terhadap keberlangsungan perusahaan.
PT Semen Padang, lanjut Pri, bukan sekadar entitas bisnis. Perusahaan yang berdiri sejak 1910 tersebut merupakan bagian dari aset bangsa sekaligus warisan industri nasional yang telah hadir jauh sebelum Republik Indonesia berdiri.
Lebih dari satu abad perjalanan membawa PT Semen Padang melewati berbagai perubahan zaman, dinamika ekonomi, krisis, pandemi, hingga proses transformasi perusahaan.
Kemampuan bertahan dan beradaptasi menghadapi berbagai tantangan tersebut, menurut Pri, menjadi bukti perusahaan memiliki fondasi, pengalaman, aset, serta sumber daya manusia yang kuat.
Karena itu, seluruh insan perusahaan diminta tidak takut menghadapi perubahan. Dinamika industri semen, persaingan pasar yang semakin ketat, perkembangan teknologi, serta perubahan kebutuhan konsumen harus dijawab dengan keberanian beradaptasi dan menghadirkan inovasi.
“Kita memiliki sejarah panjang, pengalaman, aset, dan sumber daya manusia yang kuat. Yang paling penting, kita memiliki semangat untuk terus berjuang, menghadapi tantangan, dan bangkit bersama,” ujarnya.
Busana Nusantara Warnai Upacara Kemerdekaan
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di PT Semen Padang berlangsung dalam nuansa keberagaman budaya Nusantara.
Jajaran direksi, komisaris, dan pimpinan perusahaan mengenakan beragam pakaian adat saat mengikuti upacara di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang.
Pri tampil mengenakan busana adat pria Minangkabau bernuansa merah. Sementara Direktur Keuangan PT Semen Padang Iskandar Z Lubis mengenakan pakaian adat Aceh.
Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa mengenakan busana adat laki-laki Minangkabau dari Solok. Nuansa Minangkabau juga terlihat dari busana Komisaris Utama PT Semen Padang Prof. Werry Darta Taifur yang mengenakan pakaian datuk Minangkabau.
Komisaris PT Semen Padang Resiya Syafri tampil dalam busana perempuan Minangkabau dengan karakter Bundo Kanduang atau Limpapeh Rumah Nan Gadang. Sementara Komisaris PT Semen Padang Ilham Aldelano Azre mengenakan busana adat Minangkabau dengan dominasi warna hitam.
Keberagaman juga terlihat dari jajaran pengurus Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP) yang mengenakan baju basiba. Staf pimpinan PT Semen Padang tampil dengan busana Melayu, datuk, dan demang.(*)
Editor : Hendra Efison