Logo dan Kemasan Baru Jadi Strategi UMKM Keripik Tempe Ibu Kita Kartini Perluas Pasar

Tandri Eka Putra • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:42 WIB
Tim dosen Universitas Dharmas Indonesia mendampingi UMKM Keripik Tempe “Ibu Kita Kartini” di Kabupaten Bungo, Jambi, melalui penguatan logo dan kemasan produk untuk meningkatkan daya tarik dan memperluas pemasaran.
Tim dosen Universitas Dharmas Indonesia mendampingi UMKM Keripik Tempe “Ibu Kita Kartini” di Kabupaten Bungo, Jambi, melalui penguatan logo dan kemasan produk untuk meningkatkan daya tarik dan memperluas pemasaran.

PADEK.JAWAPOS.COM — UMKM Keripik Tempe “Ibu Kita Kartini” di Kabupaten Bungo, Jambi, memperkuat identitas produk melalui logo dan kemasan baru untuk meningkatkan daya tarik serta memperluas pemasaran.

Penguatan tersebut dilakukan tim dosen Universitas Dharmas Indonesia melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Pemberdayaan UMKM Keripik Tempe “Ibu Kita Kartini” melalui Identitas Visual Logo dan Kemasan untuk Meningkatkan Produksi dan Pemasaran.

Ketua tim pengabdian, Dr. Estuhono, S.Pd., M.Pd., mengatakan program tersebut dilakukan untuk menjawab sejumlah kendala yang sebelumnya dihadapi mitra, terutama terkait identitas merek dan kemasan produk.

Menurutnya, produk keripik tempe sebelumnya belum memiliki identitas visual yang kuat. Kemasan yang digunakan juga masih sederhana sehingga produk kurang memiliki ciri khas dan daya tarik bagi konsumen.

Selain itu, pemasaran produk masih terbatas dan pemanfaatan media digital belum maksimal. Kemampuan mitra dalam mengembangkan kemasan serta strategi promosi juga masih perlu ditingkatkan.

Logo dan Kemasan Diperbarui

Melalui program tersebut, tim melakukan observasi, pelatihan, penerapan teknologi, hingga evaluasi bersama mitra.

Hasilnya, UMKM Keripik Tempe “Ibu Kita Kartini” memiliki logo dan desain kemasan baru yang lebih menarik dan profesional.

Perubahan tersebut juga diikuti dengan peningkatan pemahaman mitra mengenai branding dan pemasaran. Mitra mendapatkan kemampuan untuk memanfaatkan media sosial sebagai salah satu sarana promosi produk.

Estuhono mengatakan penguatan identitas visual diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk. Langkah tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang pemasaran yang lebih luas di pasar lokal maupun digital.

Selain identitas produk, program menghasilkan standar kemasan yang lebih higienis dan informatif. Mitra juga mulai memiliki identitas produk yang lebih konsisten sehingga keripik tempe lebih mudah dikenali konsumen.

Sebelum program pemberdayaan dilaksanakan, produk masih menggunakan kemasan sederhana dan belum memiliki identitas visual yang kuat. Kondisi tersebut membuat pemasaran produk masih terbatas.

Setelah mendapatkan logo dan kemasan baru, mitra menjadi lebih memahami pentingnya branding dan pemasaran digital. Perubahan itu juga meningkatkan kepercayaan diri mitra dalam memasarkan produk dan mengembangkan usaha.

Pemasaran Digital Ikut Diperkuat

Program tersebut tidak hanya berfokus pada tampilan produk. Tim juga memberikan penguatan terhadap kemampuan pemasaran agar identitas baru yang dibangun dapat dimanfaatkan dalam promosi.

Menurut Estuhono, inovasi melalui logo dan kemasan diharapkan mampu meningkatkan produksi dan penjualan sekaligus memperkuat daya saing UMKM.

Program ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat tahun pelaksanaan 2026. Tim pendamping terdiri dari Dr. Estuhono, S.Pd., M.Pd., Agus Saputra, M.Pd., dan Desi Karmila, M.Pd.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut terlaksana berkat hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek).

Tindak lanjut program mencakup monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan, pembinaan dan pendampingan mitra, serta penguatan kerja sama dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembaruan logo dan kemasan, tetapi menjadi awal perubahan dan pengembangan UMKM Keripik Tempe “Ibu Kita Kartini”.(*)

Editor : Hendra Efison
UMKM Keripik Tempe Ibu Kita Kartini logo UMKM pemasaran UMKM Kemasan Baru Universitas Dharmas Indonesia