290 BUMN Sudah Ditata, Dony Oskaria Targetkan 300 Perusahaan Lagi Rampung Akhir 2026

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:13 WIB
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria. (Foto: Humas)
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria. (Foto: Humas)

PADEK.JAWAPOS.COM — Transformasi perusahaan negara terus dilakukan melalui penataan dan perampingan jumlah perusahaan. Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan 290 perusahaan BUMN telah menjalani proses streamlining, sementara sekitar 300 perusahaan lainnya masih dalam proses penataan hingga akhir 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Dony dalam acara Investor Daily Policy and Economic Dialogue di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

“Memang transformasi BUMN ini berjalan dengan cukup baik. Kita sudah melakukan streamlining 290 perusahaan dan ke depannya kita harapkan masih ada sekitar 300-an lagi yang akan kita selesaikan,” ujar Dony.

Menurut Dony, program streamlining menjadi bagian dari transformasi BUMN melalui konsolidasi dan penataan perusahaan agar organisasi menjadi lebih efisien dan produktif.

Melalui penataan tersebut, perusahaan yang tidak produktif, mengalami tumpang tindih, atau tidak lagi memiliki nilai tambah dapat digabungkan maupun ditutup sehingga sumber daya dapat difokuskan pada sektor yang lebih strategis.

Dony mengatakan perusahaan-perusahaan yang ditutup sebelumnya menanggung kerugian hingga sekitar Rp20 triliun per tahun. Dengan penghentian operasional perusahaan tersebut, potensi kerugian itu dapat ditekan.

Selain itu, BP BUMN menemukan berbagai praktik bisnis yang tidak efisien antara perusahaan anak dan induk usaha. Nilai inefisiensi dari aktivitas tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp30 triliun.

Dengan demikian, efisiensi dari dua sumber tersebut mencapai sekitar Rp50 triliun. Angka tersebut belum termasuk penghematan dari biaya gaji, komisaris, direksi, serta berbagai fasilitas dan manfaat yang selama ini ditanggung perusahaan.

“Dengan berbagai langkah yang kita lakukan, target efisiensi yang bisa dicapai hingga akhir tahun diperkirakan lebih dari Rp70 triliun,” jelas Dony.

Transformasi BUMN, lanjut Dony, tidak hanya ditujukan untuk menekan biaya, tetapi juga memperkuat daya saing perusahaan negara. Kinerja bisnis yang lebih sehat diharapkan mampu meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional, investasi, serta penciptaan lapangan kerja.

BP BUMN menargetkan proses penataan sekitar 300 perusahaan yang masih berjalan dapat dirampungkan secara bertahap hingga akhir 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi BUMN untuk menciptakan perusahaan negara yang lebih efisien, adaptif, dan berdaya saing global.(*)

 

Editor : Heri Sugiarto
streamlining BUMN efisiensi BUMN dony oskaria BP BUMN Danantara Indonesia