Tekan Inflasi, BI Sumbar Gencarkan Operasi Pasar

Suryani • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 19:45 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sumbar, M. Abdul Majid Ikram.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sumbar, M. Abdul Majid Ikram.

PADEK.JAWAPOS.COM—Bank Indonesia (BI) bersama Perum Bulog, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan pemerintah kabupaten/kota resmi mengintensifkan pelaksanaan Operasi Pasar/Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang September 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram mengatakan, GPM strategis untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat.

GPM ini diawali Jumat (11/9) di Pasar Raya Padang. Selanjutnya, program ini disebar ke seluruh kabupaten/kota yang menjadi wilayah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Barat.

Baca Juga: Polres Pariaman Tangkap Terduga Pengedar Sabu, Pemasok 2,5 Gram Masuk DPO

Di Kota Padang, GPM dijadwalkan berlangsung pada 11 dan 14 September 2026 di Pasar Raya Padang, serta 13 September 2026 bertepatan dengan kegiatan Car Free Day. Masyarakat juga dapat mendatangi Pasar Nanggalo pada 15 September 2026.

Tak berhenti di ibu kota provinsi, safari pangan murah dilanjutkan ke Kabupaten Pasaman Barat pada 22 September 2026 di pasar tradisional setempat. Setelah itu, giliran Pasar Atas Kota Bukittinggi yang disambangi pada 24–25 September 2026.

Rangkaian program penyeimbang harga ini akan ditutup di Kabupaten Dharmasraya. Pelaksanaannya dipusatkan di pasar tradisional daerah tersebut pada 28–29 September 2026.

Baca Juga: Target Submit 17 September, UNP Matangkan Dokumen Akreditasi Bersama BAN-PT

Di setiap lokasi, Perum Bulog Sumatera Barat menyediakan berbagai komoditas pangan strategis dengan harga terjangkau. Kehadiran GPM diharapkan memudahkan warga memenuhi kebutuhan pokok harian.

Menariknya, kegiatan GPM tidak hanya berfokus pada penjualan bahan pangan. Bank Indonesia mengintegrasikannya dengan layanan penukaran uang Rupiah, edukasi pembayaran digital melalui QRIS, serta kampanye Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah.

Guna menarik antusiasme pengunjung, Bank Indonesia juga menyediakan aneka souvenir menarik. Uniknya, souvenir tersebut mencakup komoditas hortikultura yang sangat dibutuhkan masyarakat, seperti cabai merah dan bawang merah.

Baca Juga: CIP Award 2026 PTBA Jadi Wadah Ubah Gagasan Menjadi Solusi Nyata

Mohamad Abdul Majid Ikram, menegaskan bahwa GPM merupakan bagian dari penguatan koordinasi pengendalian inflasi pangan di daerah. Sinergi antarlembaga menjadi kunci vital untuk memastikan kesiapan pasokan dan kelancaran distribusi.

“Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu bentuk sinergi Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan Perum Bulog dalam mendukung keterjangkauan harga serta akses masyarakat terhadap komoditas pangan,” ujar Majid dalam pres relis kemarin. Ia menambahkan, kegiatan ini sekaligus memperluas edukasi mengenai Rupiah dan transaksi digital yang aman.

Langkah intensif ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika harga pangan di Sumbar. Pada Agustus 2026, seluruh daerah IHK di Sumbar mengalami inflasi bulanan, di mana Pasaman Barat mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 0,46% (mtm), disusul Bukittinggi (0,20%), Dharmasraya (0,11%), dan Padang (0,10%).

Baca Juga: Program Seragam Gratis Pariaman Berlanjut, 1.300 Siswa SD Kelas 1 Dapat Paket Lengkap

Sejumlah komoditas utama yang menjadi perhatian serius dalam pemantauan harga meliputi cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras. Di sisi lain, persediaan beras, minyak goreng, dan gula pasir dari Bulog dipastikan memadai untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan.

Selain akses bahan pangan, BI memanfaatkan momen ini untuk mendorong budaya transaksi nontunai lewat QRIS serta mengedukasi warga dalam mengenali, merawat, dan menggunakan Rupiah secara bijak. Pelaksanaan di lapangan diatur secara tertib bersama pengelola pasar dan pihak terkait demi pemerataan akses bagi warga.

“Ke depan, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkomitmen memperkuat pemantauan harga, pasokan, dan distribusi secara berkelanjutan. Langkah kolektif ini diharapkan efektif menekan laju inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat Sumatera Barat,” ucapnya. (eni/rel)

Editor : Adetio Purtama
inflasi operasi pasar bi sumbar gerakan pangan murah bulog