PADEK.JAWAPOS.COM—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Barat menyoroti penurunan kualitas infrastruktur pariwisata di sejumlah daerah. Pembenahan dinilai penting untuk mendukung pengembangan pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi Sumbar pada 2027.
Ketua Pelaksana Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Sumbar 2026, Joni Mardianto, mengatakan kondisi infrastruktur pariwisata saat ini tidak sebaik beberapa tahun sebelumnya.
Menurutnya, pemeliharaan infrastruktur cenderung dilakukan secara tambal sulam.
"Output yang kami inginkan pertama adalah konsolidasi internal dari pusat hingga kabupaten/kota. Kedua, karena fokus kita adalah pariwisata, tentu kita ingin ada perbaikan dan pembenahan infrastruktur kepariwisataan," ungkap Joni saat Rapimprov Kadin Sumbar 2026 di Santika Premiere Padang, Kamis (24/9/2026).
Joni menilai kondisi tersebut antara lain berkaitan dengan efisiensi dan sentralisasi anggaran pemerintah pusat.
Padahal, infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas pariwisata dan pergerakan wisatawan.
Dia menyebut kondisi jalan dan transportasi air di Sumatera Barat relatif baik.
Namun, aspek keselamatan transportasi, termasuk bus travel dan kapal, tetap perlu mendapat perhatian agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap citra pariwisata daerah.
Selain persoalan infrastruktur, sektor pariwisata Sumbar juga menghadapi tantangan akibat bencana alam.
Dalam tiga tahun terakhir, sejumlah wilayah Sumbar dilanda longsor, galodo, dan banjir bandang.
Kondisi tersebut turut berdampak terhadap aktivitas pariwisata. Joni mengatakan munculnya isu kabut asap terbaru bahkan memicu pembatalan kunjungan oleh sejumlah biro perjalanan dari luar daerah dan mancanegara.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Sumbar Buchari Bachter mengatakan pariwisata akan menjadi prioritas Kadin Sumbar pada 2027. Menurutnya, sektor tersebut memiliki rantai nilai yang luas melalui Tourism, Trade, and Investment (TTI).
"Kalau pariwisata kita naik, berarti akan bertambah investasi, mulai dari hotel, restoran, oleh-oleh, hingga sewa kendaraan. Ini potensi Sumatera Barat yang harus kita optimalkan lebih baik lagi," ujar Buchari.
Karena itu, pembenahan infrastruktur, tata kelola, kebersihan, keramahan, serta penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting untuk meningkatkan daya saing pariwisata Sumbar. (cc1)
Editor : Hendra Efison