AMP Optimizer Downloaded AMP validation rules Petani Muda Alahan Panjang Jual Bawang Merah Mulai Rp15 Ribu, Tanpa Perantara - Padang Ekspres

Petani Muda Alahan Panjang Jual Bawang Merah Mulai Rp15 Ribu, Tanpa Perantara

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 15:58 WIB
Perwakilan Hortisius Agriculturae Centrum memperlihatkan komoditas hortikultura saat pameran UMKM menjelang Musda VI PHRI Sumbar di Hotel Pangeran Beach, Padang, Selasa (29/9/2026).
Perwakilan Hortisius Agriculturae Centrum memperlihatkan komoditas hortikultura saat pameran UMKM menjelang Musda VI PHRI Sumbar di Hotel Pangeran Beach, Padang, Selasa (29/9/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM — Petani muda dari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, menjual bawang merah mulai Rp15 ribu per kilogram dengan sistem pemasaran langsung tanpa perantara.

Penjualan tersebut dilakukan Hortisius Agriculturae Centrum (HAC), wadah petani muda yang mengembangkan budidaya hortikultura sekaligus pemasaran hasil pertanian.

Perwakilan HAC, Hariyanda Ade Sagita (30), mengatakan bawang merah yang dijual memiliki tiga kelas kualitas dengan harga berbeda.

Kelas jumbo dibanderol Rp25 ribu per kilogram, kelas SPK Rp20 ribu per kilogram, sedangkan kelas Ampera Rp15 ribu per kilogram.

"Harga petani lebih murah daripada di mana-mana," kata Hariyanda saat mengikuti pameran UMKM dalam rangkaian kegiatan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) VI Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat di Hotel Pangeran Beach, Padang, Selasa (29/9/2026).

Menurut Hariyanda, harga tersebut merupakan harga dari petani karena hasil panen dipasarkan langsung kepada konsumen.

Model ini memangkas rantai distribusi yang biasanya melibatkan dua hingga tiga tangan sebelum komoditas sampai ke pembeli.

"Masyarakat dan semua pihak langsung membeli ke petani. Tidak ada dua atau tiga tangan atau tengkulak di sana," ujarnya.

Selain bawang merah, HAC juga menawarkan sejumlah komoditas hortikultura dengan harga petani.

Tomat dijual Rp7 ribu per kilogram, kentang Rp12 ribu per kilogram, wortel Rp8 ribu per kilogram, dan terong Belanda Rp20 ribu per kilogram.

Sementara itu, sawi dan labu siam masing-masing dijual Rp5 ribu. Daun sup dibanderol Rp7 ribu dan bawang daun Rp15 ribu.

Hariyanda mengatakan pemasaran langsung tersebut tidak hanya menyasar konsumen rumah tangga.

Hasil pertanian juga ditawarkan kepada hotel, rumah sakit, berbagai instansi, serta pihak lain yang membutuhkan komoditas hortikultura.

Ia berharap masyarakat ikut membeli langsung dari petani melalui kanal yang disediakan HAC.

Menurutnya, pola tersebut dapat memberikan manfaat bagi petani sekaligus konsumen karena rantai distribusi menjadi lebih pendek.

"Kalau langsung berbelanja ke petani, petani diuntungkan dan konsumen juga diuntungkan," katanya.

Hortisius Agriculturae Centrum berasal dari Taratak Pauh, Alahan Panjang. Wadah tersebut menjadi tempat anak muda belajar bertani, mulai dari budidaya hingga mengembangkan hilirisasi dan produk bernilai tambah.

HAC menyebut petani milenial yang menjadi bagian dari gerakan tersebut berada pada rentang usia 17 hingga 40 tahun.

Kehadiran petani muda dalam rangkaian kegiatan menjelang Musda VI PHRI Sumbar menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil pertanian kepada masyarakat, instansi, hotel, dan calon pembeli lainnya.

Pemesanan tanaman dan sayuran hortikultura dari HAC dapat dilakukan melalui nomor telepon 081219993792.(*)

Editor : Hendra Efison
bawang merah sumatera barat Alahan Panjang petani muda hortikultura