Penjualan UMKM Jalur 32 Pasaman Barat Tak Stabil, Akhir Pekan Jadi Andalan Pedagang

Shintia Febriani • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 12:10 WIB
Pedagang UMKM beraktivitas di kawasan Jalur 32, Pasaman Barat. Penjualan berubah setiap hari dan cenderung lebih ramai saat akhir pekan.
Pedagang UMKM beraktivitas di kawasan Jalur 32, Pasaman Barat. Penjualan berubah setiap hari dan cenderung lebih ramai saat akhir pekan.

PADEK.JAWAPOS.COM — Penjualan pelaku UMKM di kawasan Jalur 32, Pasaman Barat, belum selalu stabil. Pedagang menyebut jumlah pembeli berubah setiap hari, sementara akhir pekan menjadi salah satu waktu ketika aktivitas jual beli lebih ramai.

Sejumlah pedagang mulai membuka dagangan sekitar pukul 09.00 WIB. Berbagai produk makanan dan minuman ditawarkan kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Lisa, 46, salah seorang pedagang kue pukis, mengatakan dirinya rutin berjualan di Jalur 32 untuk memperoleh penghasilan harian.

Jumlah pembeli yang datang tidak selalu sama setiap hari. Kondisi tersebut turut memengaruhi pendapatan yang diperolehnya dari penjualan kue pukis.

“Kalau untuk penjualan biasanya sekitar Rp100 ribu sehari,” katanya.

Menurut Lisa, pembeli biasanya lebih ramai pada akhir pekan dibandingkan hari biasa. Kondisi tersebut turut membuat jumlah kue pukis yang terjual meningkat.

Meski jumlah pembeli berubah-ubah, Lisa tetap membuka dagangan sejak pagi. Penjualan harian menjadi salah satu sumber penghasilan yang diandalkannya.

Kondisi serupa dirasakan Rianti, 55, penjual es teh di kawasan Jalur 32. Ia mengatakan penjualannya belakangan mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.

“Belakangan ini agak menurun penjualannya. Kalau weekend biasanya lebih ramai,” ujarnya.

Rianti mengatakan sebagian pembeli es teh berasal dari masyarakat yang beraktivitas di sekitar Jalur 32. Pekerja dari sejumlah kantor di kawasan tersebut menjadi salah satu kelompok pembelinya.

“Biasanya yang beli orang-orang yang bekerja di sekitar sini karena di sekeliling banyak kantor,” katanya.

Aktivitas UMKM di Jalur 32 berlangsung sejak pagi hingga sore. Pedagang mengandalkan pembeli yang melintas maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.

Bagi pedagang, perubahan jumlah pembeli membuat hasil penjualan harian tidak selalu sama. Akhir pekan menjadi salah satu momentum yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah transaksi.

Rianti berharap jumlah pembeli kembali meningkat sehingga penjualan es teh yang dijalankannya dapat membaik.(mg11)

Editor : Hendra Efison
UMKM Pasaman Barat Jalur 32 Pedagang UMKM ekonomi lokal pasaman barat