Harga Ikan Segar di Padang Tujuh Pasaman Barat Naik Jadi Rp40 Ribu per Kilogram

Shintia Febriani • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 14:45 WIB
Pedagang menjual ikan segar di kawasan Padang Tujuh, Pasaman Barat, dengan harga eceran mencapai Rp40 ribu per kilogram.
Pedagang menjual ikan segar di kawasan Padang Tujuh, Pasaman Barat, dengan harga eceran mencapai Rp40 ribu per kilogram.

PADEK.JAWAPOS.COM— Harga ikan segar di Padang Tujuh, Pasaman Barat, naik menjadi Rp40 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp35 ribu. Kenaikan harga tersebut berlangsung sekitar tujuh bulan terakhir karena ikan semakin sulit diperoleh.

Pedagang ikan segar, Difriadi (39), mengatakan kenaikan harga juga terjadi pada ikan yang diperolehnya dari kolam sekitar Padang Tujuh. Harga ikan dari kolam kini mencapai sekitar Rp34 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp30 ribu.

“Sekarang ikan payah didapat. Dari kolam saja harganya sudah naik,” kata Difriadi, Selasa (6/10/2026).

Harga Ikan Segar Padang Tujuh Naik

Menurut Difriadi, ikan yang dijualnya berasal dari kolam di sekitar kawasan Padang Tujuh. Ia biasanya mengambil sekitar 20 hingga 30 kilogram ikan dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan penjualan.

Jumlah ikan yang dibawa menyesuaikan permintaan pembeli. Jenis ikan yang dijual terdiri dari nila dan tongsen, dengan ikan nila menjadi jenis yang paling banyak diminati.

Selera pembeli terhadap ukuran ikan juga beragam. Sebagian memilih nila berukuran kecil, sementara pembeli lain mencari ukuran besar atau membeli ikan dengan ukuran campuran.

“Kadang orang mau yang kecil, ada yang besar, kadang campur. Tergantung peminatnya,” ujarnya.

Penjualan ikan paling banyak berlangsung pada akhir pekan. Pada Sabtu dan Minggu, penjualan dapat mencapai sekitar 30 kilogram per hari.

Sementara pada hari biasa, penjualan berada di kisaran 20 hingga 30 kilogram per hari. Namun, volume penjualan saat ini mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.

Harga Ikan Segar Pengaruhi Penjualan

Difriadi mengatakan kenaikan harga ikan turut memengaruhi penjualan. Menurutnya, harga yang lebih mahal membuat pembeli berkurang, sementara modal yang harus dikeluarkan pedagang juga meningkat.

“Sekarang penjualan turun dari sebelumnya karena harga mahal, modalnya juga mahal,” katanya.

Untuk rumah makan dan pelanggan langganan, Difriadi menjual ikan dengan harga sekitar Rp38 ribu per kilogram. Sementara pembelian secara eceran mencapai Rp40 ribu per kilogram.

Perbedaan harga tersebut menyesuaikan jenis pembelian pelanggan. Kenaikan harga dari pemasok membuat Difriadi harus menyesuaikan harga jual dengan modal yang dikeluarkan.

Meski penjualan menurun, usaha ikan segar yang dijalankan Difriadi tetap berlangsung setiap hari di kawasan Padang Tujuh. Ia masih menjual ikan sesuai ketersediaan pasokan dan permintaan pembeli.

Kondisi harga tersebut membuat ikan nila dan tongsen yang dijualnya kini berada pada kisaran harga lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. (mg11)

Editor : Hendra Efison
Harga ikan segar Padang Tujuh pasaman barat harga ikan Pasaman Barat ikan nila