BI Sumbar Dorong Generasi Profesional Adaptif Hadapi Perubahan Ekonomi dan Digitalisasi

Rommy Delfiano • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:30 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Mohamad Abdul Majid Ikram.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Mohamad Abdul Majid Ikram.

PADEK.JAWAPOS.COM—Perubahan ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) tidak lagi cukup dipahami hanya melalui angka pertumbuhan ekonomi. Digitalisasi transaksi, perubahan perilaku konsumen, dinamika dunia usaha, hingga kebutuhan tenaga kerja yang semakin adaptif menjadi tantangan yang perlu dipahami generasi profesional.

Hal tersebut mengemuka dalam kuliah umum Program Magister Manajemen STIE “KBP” Padang bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat di Aula AKPB STIE “KBP” Padang, Selasa (6/10).

Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Ia membedah perkembangan ekonomi Sumbar sekaligus berbagai faktor yang memengaruhi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga: Babak 8 Besar Sepak Bola Porprov XVI Sumbar 2026: 8 Tim Berebut Tiket Semifinal

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami kondisi ekonomi tidak hanya dari perspektif teori, tetapi juga melihat bagaimana perubahan kebijakan, perkembangan teknologi, sektor keuangan, serta aktivitas masyarakat berdampak langsung terhadap dunia profesional.

Digitalisasi Mengubah Aktivitas Ekonomi

Salah satu perubahan yang semakin terasa dalam aktivitas ekonomi adalah akselerasi digitalisasi.

Pemanfaatan berbagai instrumen pembayaran digital seperti QRIS, uang elektronik, serta BI-FAST membuat transaksi menjadi semakin cepat dan praktis. Perkembangan tersebut sekaligus mendorong perubahan cara masyarakat dan pelaku usaha menjalankan aktivitas ekonomi.

Baca Juga: DDII Sumbar Dorong Dakwah Tetap Relevan di Tengah Perubahan Zaman

Transformasi digital, di sisi lain, menghadirkan tantangan baru bagi dunia kerja. Sumber daya manusia tidak cukup hanya menguasai kemampuan teknis sesuai bidang masing-masing.

Kemampuan membaca tren ekonomi, memahami perkembangan teknologi, menganalisis risiko, mengambil keputusan berdasarkan data, serta beradaptasi terhadap perubahan menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan.

Kondisi tersebut dinilai semakin relevan bagi mahasiswa program magister manajemen yang sebagian di antaranya telah memiliki pengalaman profesional di berbagai bidang.

Baca Juga: 3 Atlet Menembak Payakumbuh Siap Berlaga di Nomor Tembak Reaksi Porprov Sumbar

Mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari latar belakang profesi yang beragam, mulai dari aparatur sipil negara, sektor perbankan, hingga bidang profesional lainnya.

Keragaman latar belakang tersebut membuat pembahasan mengenai ekonomi dapat dikaitkan secara langsung dengan persoalan yang dihadapi di tempat kerja.

Kampus dan Dunia Ekonomi Perlu Terus Terhubung

Wakil Ketua STIE “KBP” Padang, Lidya Martha, SE, MM, membuka kegiatan yang mewakili Ketua STIE KBP Padang.

Baca Juga: Porprov Sumbar 2026: Payakumbuh Koleksi 97 Medali, 27 Emas

Sementara itu, Kepala Program Studi Magister Manajemen STIE “KBP” Padang, Dr. Sumiati, SE, MM, turut memperkuat arah pembelajaran agar semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja.

Diskusi dalam kuliah umum tersebut dipandu Dr. Laynita Sari, SE, MM, Ak, CA, dosen Magister Manajemen STIE KBP Padang.

Sekitar 120 peserta mengikuti kuliah umum yang mempertemukan perspektif akademik dengan perkembangan ekonomi daerah tersebut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Padang dan 6 Kota Sumbar Hari Ini 8 Oktober 2026, Mayoritas Hujan Ringan

Kehadiran Bank Indonesia di lingkungan akademik juga menunjukkan pentingnya mempersempit jarak antara dunia kampus dengan realitas ekonomi yang berkembang di masyarakat.

Bagi mahasiswa manajemen, pemahaman terhadap kondisi ekonomi daerah bukan sekadar tambahan wawasan. Pengetahuan tersebut menjadi bagian dari kemampuan membaca lingkungan bisnis sebelum menentukan strategi organisasi.

Lulusan Dituntut Mampu Membaca Perubahan

Perkembangan ekonomi dan teknologi yang berlangsung cepat membuat kebutuhan terhadap sumber daya manusia ikut berubah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Padang dan 6 Kota Sumbar Hari Ini 8 Oktober 2026, Mayoritas Hujan Ringan

Sumatera Barat membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan untuk bekerja, tetapi juga mampu memahami perubahan yang terjadi di lingkungan ekonomi dan bisnis.

Perguruan tinggi pun menghadapi tuntutan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menerjemahkan pengetahuan akademik menjadi keputusan konkret di dunia profesional.

Dalam konteks tersebut, kolaborasi antara STIE “KBP” Padang dan BI Sumbar tidak hanya menjadi agenda kuliah umum. Forum tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan teori dengan kondisi ekonomi yang terjadi di lapangan.

Baca Juga: Gulat Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk melihat bagaimana perkembangan teknologi, kebijakan ekonomi, sistem pembayaran, serta dinamika pasar kerja dapat memengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi.

Dengan semakin cepatnya perubahan ekonomi dan digitalisasi, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu modal penting bagi generasi profesional.

Melalui kegiatan tersebut, STIE “KBP” Padang dan BI Sumbar mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami perubahan ekonomi Sumbar, tetapi juga mampu membaca peluang dan tantangan yang muncul agar dapat mengambil keputusan secara lebih tepat di dunia kerja. (rdo)

Editor : Adetio Purtama
STIE KBP Padang perubahan ekonomi adaptif kerja sama bi sumbar