PTBA Bawa Tapis Pringsewu, Batik Kujur dan Songket Silungkang ke INACRAFT 2026

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 20:18 WIB
PT Bukit Asam menampilkan Tapis Pringsewu dari Lampung, Batik Kujur dari Tanjung Enim, dan Songket Silungkang dari Sumatera Barat dalam INACRAFT 2026 di Jakarta. (Foto: Corcom PTBA)
PT Bukit Asam menampilkan Tapis Pringsewu dari Lampung, Batik Kujur dari Tanjung Enim, dan Songket Silungkang dari Sumatera Barat dalam INACRAFT 2026 di Jakarta. (Foto: Corcom PTBA)

PADEK.JAWAPOS.COM-PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menampilkan tiga produk wastra Nusantara dari UMKM mitra binaan dalam pameran The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Produk yang diperkenalkan meliputi Tapis Pringsewu dari Lampung, Batik Kujur dari Tanjung Enim, Sumatera Selatan, serta Songket Silungkang dari Sumatera Barat.

Partisipasi PTBA dalam pameran tersebut menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mitra binaan. Keikutsertaan ini diharapkan membantu memperkenalkan kerajinan lokal, memperluas akses pasar, serta membuka peluang kerja sama bisnis.

Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengatakan, pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari upaya perusahaan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan menciptakan manfaat berkelanjutan.

“PTBA berkomitmen mendampingi UMKM mitra binaan agar semakin mandiri dan berdaya saing. Melalui INACRAFT 2026, kami membuka peluang bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dan menjaga warisan budaya Indonesia,” jelasnya.

Bambang berharap dukungan tersebut memberikan dampak bagi pertumbuhan usaha, penciptaan peluang kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemberdayaan UMKM, menurutnya, turut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan budaya lokal sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

Tiga Wastra Daerah Tampilkan Identitas Budaya

Owner Putra Tapis Pringsewu, Tanti, mengatakan dukungan PTBA dalam pameran INACRAFT memberinya kesempatan untuk memperkenalkan kain tapis Lampung kepada pasar yang lebih luas dan membuka peluang mendapatkan pelanggan baru.

Sementara itu, Owner Batik Kujur Kenanga, Yusmala Dewi, menilai keikutsertaan dalam pameran tersebut membantu memperkenalkan batik khas Tanjung Enim yang mengangkat identitas budaya setempat.

Menurut Yusmala, Batik Kujur memiliki karakter dan cerita yang berakar pada kearifan lokal.

Adapun Owner Songket Silungkang dari Mojao Art, Arindha Sukma, menyebut pameran ini sebagai peluang untuk memperkenalkan kualitas dan keindahan Songket Silungkang kepada lebih banyak konsumen.

Ia berharap minat masyarakat terhadap produk tersebut terus meningkat sehingga keterampilan menenun yang diwariskan antargenerasi tetap terjaga.

Melalui partisipasi di INACRAFT 2026, PTBA berharap produk UMKM mitra binaan memperoleh akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kerajinan yang membawa identitas budaya daerah. (*)

Editor : Heri Sugiarto
Tapis Pringsewu Batik Kujur INACRAFT 2026 Songket Silungkang ptba