101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi Konstruksi

Hendra Efison • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:15 WIB
Sebanyak 101 tenaga konstruksi mengikuti Akademi Jago Bangunan dan rangkaian sertifikasi kompetensi di Manna, Bengkulu Selatan.
Sebanyak 101 tenaga konstruksi mengikuti Akademi Jago Bangunan dan rangkaian sertifikasi kompetensi di Manna, Bengkulu Selatan.

PADEK.JAWAPOS.COM — Sebanyak 101 tenaga konstruksi di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, mengikuti Akademi Jago Bangunan yang digelar PT Semen Padang di Manna Water Park, Manna, Rabu (30/9/2026). Kegiatan ini mencakup pembekalan pengetahuan teknis dan proses sertifikasi kompetensi bagi para tukang bangunan.

Peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi penyampaian materi teknis, praktik lapangan, hingga wawancara dengan asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Astekindo.

Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses penilaian kompetensi tenaga konstruksi.

Kepala Bidang Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkulu Selatan, Dwi Eka Noprayanti, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, sertifikasi tenaga konstruksi bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor jasa konstruksi.

“Terima kasih banyak PT Semen Padang telah menyelenggarakan acara sertifikasi tenaga konstruksi. Ini betul-betul bermanfaat bagi kami, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, terutama di bidang jasa konstruksi,” ujar Dwi Eka.

Ia menilai tenaga konstruksi yang memiliki kompetensi dan sertifikasi menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pembangunan daerah. Kemampuan teknis yang memadai dibutuhkan untuk menjaga standar pekerjaan dan kualitas hasil konstruksi.

Asesor Uji Kemampuan Peserta

Asesor LSP Astekindo, Yoka Mahendra, mengatakan sertifikasi tersebut dapat membantu meningkatkan profesionalisme tenaga konstruksi di Bengkulu Selatan.

“Sertifikasi yang dihasilkan dapat membantu tenaga profesional yang ada di Bengkulu Selatan khususnya. Apa yang dilakukan PT Semen Padang ini sangat strategis,” kata Yoka.

Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh materi yang berkaitan dengan kompetensi teknis pekerjaan.

Mereka kemudian menjalani praktik lapangan dan wawancara dengan asesor untuk menilai kemampuan menerapkan pengetahuan serta keterampilan dalam pekerjaan konstruksi.

Namun, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tidak serta-merta menunjukkan jumlah tenaga yang dinyatakan kompeten.

Hasil penilaian sertifikasi perlu merujuk pada keputusan lembaga sertifikasi yang berwenang.

Bagian dari Program Akademi Jago Bangunan

Area Sales Manager Jambi dan Bengkulu PT Semen Padang, Ryan Eka Saputra, mengatakan tukang merupakan mitra strategis dalam pembangunan di tingkat lokal, regional, hingga nasional.

“Jago Bangunan merupakan mitra strategis PT Semen Padang, sehingga dengan program sertifikasi ini kompetensi para Jago Bangunan dapat terstandarisasi dalam menghasilkan bangunan yang lebih berkualitas,” ujar Ryan.

Menurut Ryan, para tukang perlu terus meningkatkan kemampuan dan menjaga kualitas pekerjaan. Program tersebut juga menjadi sarana bagi perusahaan untuk berkomunikasi langsung dengan tenaga konstruksi.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyatakan peningkatan kompetensi tukang menjadi bagian dari perhatian perusahaan terhadap kualitas sumber daya manusia sektor konstruksi.

“Kami sadar, tukang adalah ujung tombak dalam menjaga kualitas bangunan. Karena itu, kegiatan ini bukan hanya promosi produk, melainkan juga transfer pengetahuan agar mereka bekerja dengan standar yang lebih baik,” jelas Win.

Akademi Jago Bangunan di Bengkulu Selatan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan serupa yang sebelumnya berlangsung di Kota Jambi dan Kabupaten Kuantan Singingi.

Selain pembekalan dan sertifikasi, penyelenggara mengadakan hiburan, permainan, serta pembagian door prize berupa peralatan rumah tangga, sepeda, dan televisi LED.(*)

Editor : Hendra Efison
Akademi Jago Bangunan sertifikasi tukang Bengkulu Selatan pt semen padang