PADEK.JAWAPOS.COM – Bolu ketan hitam menjadi salah satu produk andalan Awa Kitchen yang dikembangkan dengan konsep next level. Usaha kuliner milik Misbach Sakina, 31, yang akrab disapa Eby, ini menghadirkan bolu ketan hitam melalui modifikasi resep dengan tambahan kondimen, beragam topping, dan dekorasi.
Awa Kitchen mulai dikembangkan pada 2022. Ketertarikan Eby terhadap dunia kuliner sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMA dan terus berlanjut hingga ia memutuskan mengembangkan usaha di bidang makanan.
Sebelum menekuni usaha kue, Eby sempat bekerja sebagai karyawan dan mencoba sejumlah bidang usaha.
Pengalamannya meliputi bisnis fashion, jasa titip atau jastiper, hingga katering dengan sistem open pre-order (PO).
Bolu Ketan Hitam dengan Konsep Berbeda
Melalui Awa Kitchen, Eby mengembangkan produk kue dengan memperhatikan cita rasa dan tampilan.
Bolu ketan hitam menjadi salah satu produk yang mendapat sentuhan berbeda melalui penambahan berbagai kondimen dan topping.
"Produk ini dibuat melalui modifikasi resep, dilengkapi berbagai kondimen, topping, dan dekorasi untuk memberikan tampilan serta pengalaman menikmati kue yang berbeda," ujar Eby.
Selain bolu ketan hitam, Awa Kitchen juga menawarkan beragam pilihan cake dan dessert.
Variasi produk tersebut menjadi bagian dari pengembangan usaha yang dijalankannya sejak 2022.
Untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat, Eby melakukan pemasaran dan promosi secara langsung maupun melalui media sosial. Ia juga memperluas pemasaran melalui sejumlah mitra.
Perluas Pemasaran Lewat Kolaborasi
Produk Awa Kitchen dipasarkan melalui bake house di wilayah Tabing dan jaringan jasa titip.
Usaha ini juga menjalin kolaborasi dengan merek lain melalui kerja sama Yu'eat X Awa di Store Taplau.
Dalam menjalankan produksi, Eby mengandalkan pemasok tetap sekaligus melakukan pembelian bahan baku secara mandiri.
Namun, kenaikan harga bahan baku menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam kegiatan usaha.
Di tengah bermunculannya berbagai produk kue viral, Eby berupaya menjaga kepercayaan pelanggan dengan memperhatikan kualitas produk, kuantitas, dan pelayanan.
Ketiga aspek tersebut menjadi perhatian dalam menjaga agar produk dan layanan yang diberikan sesuai dengan harapan pelanggan.
Hingga kini, Eby masih berfokus mengembangkan Awa Kitchen melalui produk dan strategi pemasaran yang dijalankan.
Ia juga belum berminat bergabung dengan komunitas UMKM dan memilih melanjutkan pengembangan usahanya sesuai arah yang telah ditetapkan. (mg7)
Editor : Hendra Efison