ALKO Sumatera Kopi Raih Primaniyarta 2026, Ini Strategi Ekspansi Pasarnya

Mhd Nazir Fahmi • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:10 WIB
Kementerian Perdagangan menyerahkan 50 penghargaan Primaniyarta dan Primaduta kepada eksportir serta mitra dagang Indonesia pada pembukaan TEI ke-41, Rabu (14/10/2026).
Kementerian Perdagangan menyerahkan 50 penghargaan Primaniyarta dan Primaduta kepada eksportir serta mitra dagang Indonesia pada pembukaan TEI ke-41, Rabu (14/10/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM – PT ALKO Sumatera Kopi meraih penghargaan Primaniyarta 2026 kategori khusus Eksportir Free Trade Agreement (FTA) dari Kementerian Perdagangan RI.

Penghargaan ini mengakui kinerja eksportir dalam memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas untuk memperluas akses pasar internasional.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyerahkan penghargaan tersebut pada pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026).

CEO PT ALKO Sumatera Kopi, Suryono, mengatakan penghargaan itu bukan sekadar pengakuan atas kinerja ekspor perusahaan. Menurutnya, capaian tersebut juga menunjukkan pentingnya strategi perdagangan, konsistensi mutu, dan kepercayaan mitra internasional dalam memperkuat daya saing kopi Indonesia.

Manfaatkan Perjanjian Perdagangan Bebas

Kategori Eksportir FTA memiliki arti strategis bagi ALKO. Perusahaan perlu memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas dengan memenuhi ketentuan asal barang (rules of origin), klasifikasi produk, serta kelengkapan dokumen ekspor sesuai aturan negara tujuan.

Pemanfaatan fasilitas perdagangan tersebut dapat membuka peluang memperoleh tarif preferensial sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.

Italia menjadi salah satu negara tujuan ekspor ALKO. Capaian perusahaan ini juga mendapat apresiasi dari Duta Besar RI untuk Italia, Prof. Dr. Junimart Girsang.

ALKO turut mengapresiasi dukungan para Duta Besar RI, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), dan Atase Perdagangan di berbagai negara.

Perwakilan tersebut mencakup Amerika Serikat, Kanada, Swedia, Inggris, Norwegia, Jepang, Korea Selatan, Belanda, Prancis, Hungaria, Malaysia, Hong Kong, Pakistan, Vietnam, Mesir, dan Uni Emirat Arab.

Dukungan perwakilan Indonesia di luar negeri membantu membuka akses informasi pasar, memfasilitasi pertemuan dengan calon pembeli, serta memperkuat jejaring perdagangan internasional.

Perkuat Ketertelusuran Kopi

Bagi eksportir kopi, kemampuan menembus pasar global tidak cukup hanya mengandalkan cita rasa dan ketersediaan produk.

Kepastian asal-usul, konsistensi kualitas, kepatuhan terhadap ketentuan perdagangan, serta kemampuan memenuhi permintaan pembeli turut menentukan kepercayaan pasar.

Untuk memperkuat daya saing, ALKO berencana meningkatkan pengelolaan rantai pasok dari petani hingga logistik.

Perusahaan juga mengembangkan sistem ketertelusuran (traceability) melalui aplikasi QThink-X.

Sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan transparansi asal kopi dan membantu pengelolaan perjalanan produk secara lebih terukur.

ALKO berharap pendekatan ini dapat memperkuat kepercayaan pembeli terhadap konsistensi mutu dan ketepatan pengiriman.

“Penguatan ketertelusuran menjadi bagian dari strategi ALKO dalam membangun rantai pasok kopi yang lebih transparan, berkelanjutan, dan mampu menjawab tuntutan pasar internasional,” kata Suryono.

TEI Targetkan Transaksi USD 17,5 Miliar

Penghargaan Primaniyarta merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada eksportir berprestasi yang berkontribusi terhadap penguatan ekspor nasional.

Pada TEI ke-41, Kementerian Perdagangan menyerahkan total 50 penghargaan Primaniyarta dan Primaduta kepada eksportir serta mitra dagang Indonesia di luar negeri.

Tahun ini, TEI menargetkan transaksi sebesar USD 17,5 miliar dengan partisipasi 1.873 peserta pameran dan 8.092 pembeli dari 134 negara.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, keberhasilan ekspor Indonesia bergantung pada sinergi antara eksportir yang menghadirkan produk berdaya saing dan mitra dagang yang memberikan kepercayaan terhadap produk Indonesia.

Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar USD 3,55 miliar pada Agustus 2026.

Bagi ALKO, penghargaan Primaniyarta 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar global melalui pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas, diplomasi dagang, dan inovasi digital.

Perusahaan berharap strategi tersebut dapat meningkatkan nilai kopi Indonesia hingga menjangkau konsumen internasional.(mnf)

Editor : Hendra Efison
ekspor kopi Indonesia ALKO Sumatera Kopi Primaniyarta 2026 eksportir FTA