Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sempat Down dan Zero Tamu, Hunian Hotel Mulai Membaik

Novitri Selvia • Senin, 2 November 2020 | 09:35 WIB
ilustrasi Hotel Grand Malindo Bukittinggi. (net)
ilustrasi Hotel Grand Malindo Bukittinggi. (net)
Cuti bersama dalam momen Libur panjang akhir bulan Oktober (28-31/10) ini, membawa angin segar bagi kelangsungan hunian dan penginapan di Kota Bukittinggi. Setelah sempat down sejak Maret lalu akibat pandemi Covid 19, sejak libur hari besar dan cuti bersama akhir Oktober ini sebagian besar hunian hotel kembali mendapatkan gairah.

Hunian kembali menggeliat, karena tamu-tamu mulai kembali menginap di sebagian besar hotel di Kota Wisata itu. Sebelumnya, tingkat hunian bahkan nihil sama sekali. Parahnya, akibat kondisi itu sebagian besar manajemen hotel terpaksa merumahkan karyawan, bahkan ada yang sampai saat ini.

Agussasi Mintarso, General Manajer (GM) Hotel Malindo Bukittinggi mengatakan, sejak liburan panjang ini para tamu mulai berdatangan dari luar daerah seperti Riau, Jambi, dan sekitarnya.

Imbasnya, tingkat hunian hotel merangkak naik hingga 60 persen lebih. Kondisi ini sangat disyukuri oleh para pihak manajamen hotel. Karena, kondisi selama pandemi sangat memprihatinkan akibat tidak adanya perputaran omset. ”Alhamdulillah, dua hari terakhir mulai kembali ada bookingan. Para tamu mulai ada yang menginap kembali, dan ini sangat kita syukuri,” ujarnya, Sabtu (31/10).

Pihaknya sebut Agus, bahkan sejak pertengahan April lalu merumahkan 50 persen karyawan imbas kondisi akibat pandemi yang melanda sejak Maret lalu. Parahnya, meski harga kamar telah diberikan diskon hingga 30 persen tetap tidak ada tamu yang masuk.

”Bahkan ada kamar yang sudah lama kosong, kalaupun ada tamu itu hanya satu atau dua kamar. Tentu saja omset yang masuk tidak sebanding dengan pengeluaran. Dan kita sangat bersyukur sekali liburan panjang ini membawa berkah. Meskipun tidak secara keseluruhan bisa menutupi biaya keluar, paling tidak bisa membantu menutupi,” jelasnya.

Sebagai hotel bintang dua, Grand Malindo sendiri sebut Agussasi Mintarso hampir senasib dengan hotel lainnya yang sepi tamu. ”Sejak Maret hingga Juli bahkan sempat kosong, tidak satupun tamu yang masuk. Pernah ada cuti bersama waktu Agustus, alhamdulillah ada pengunjung, namun tidak seberapa. Baru liburan ini kembali ada tamu yang cukup banyak,” tukasnya.

Senada dengan itu, Dessy Andriany, GM Hotel Mersi Bukittinggi juga bersyukur pada masa liburan ini hunian menggeliat. Meski tidak ada bokingan tamu luar, namun jumlah para tamu bisa mencapai 60 persen. ”Jadi tamu-tamu itu langsung datang, tidak bookingan. Pada umumnya juga dari tamu Riau yang datang liburan ke Sumbar,” sebutnya.

Hotel Mersi sendiri pun sebutnya, juga terkena imbas pandemi covid. Bahkan, hingga sekarang masih banyak karyawan yang dirumahkan. ”Hampir sama waktunya, semua hotel memiliki nasib yang sama sejak pandemi pada Maret lalu. Baru liburan ini yang ada gairah. Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha pun tidak ada tamu seperti tahun sebelum pandemi,” ujarnya seraya menyebutkan, jika harga hotel pun sudah dipotong hingga 30 persen.

Namun, pemotongan harga itu, sebutnya, juga dilakukan oleh hotel bintang tiga dan empat. Kondisi itu sedikit banyaknya berpengaruh juga terhadap minat tamu untuk mencari hunian. ”Kamis (29/10) tamu mulai ramai, dan langsung datang bukan berupa bookingan. Jumlah tamu itu sampai 60 persen. Dan kita berharap liburan yang tersisa masih banyak tamu lainnya,” ujar Dessy seraya bersyukur.
(stg/p) Editor : Novitri Selvia
#Libur Panjang #hunian hotel #meningkat