Pantauan Padang Ekspres, kemarin (16/5), sejumlah pusat pertokoan di kota wisata ini masih tutup. Terlebih lagi dalam kurun beberapa hari terakhir, setiap sore sekitaran Kota Bukitttinggi diguyur hujan.
Arus lalu lintas juga terlihat cukup ramai dengan didominasi oleh kendaraan luar kota. Mayoritas pengendara terlihat hanya melintasi kawasan ini untuk hanya lewat saja tanpa berhenti atau turun dari kendaraannya.
Kawasan Terminal Aurkuning juga masih belum mengalami peningkatan pengunjung secara signifikan. Moda transportasi yang beroperasi masih didominasi oleh jasa angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bukittinggi, Melwizardi menyatakan, wilayah kerjanya tidak lagi mengalami kemacetan panjang seperti tahun-tahun sebelumnya. ”Memang ada peningkatan volume kendaraan dibanding hari biasa, tetapi tidak menyebabkan kemacetan parah,” kata Melwizardi.
Ia menambahkan, jalur lalu lintas di jalan raya di Bukittinggi hanya mengalami perlambatan. ”Alhamdulillah, dengan pengaturan oleh petugas, baik dari kepolisian dan dinas perhubungan, beberapa keramaian kendaraan yang berpotensi menimbulkan macet dapat diurai kembali,” kata dia.
Selain karena adanya penutupan objek wisata dan penyekatan lalu lintas, ketersediaan gedung parkir di Kota Bukittinggi juga mampu mengatasi permasalahan parkir yang menyebabkan kemacetan. ”Gedung parkir di Pasar Banto, Pasa Ateh dan Simpang Kangkuang aman terkendali saat liburan kali ini,” kata dia.
Sementara itu, jalur keluar masuk Kota Bukittinggi terpantau ramai dan lancar dengan titik terpadat ada di simpang Padanglua, Kecamatan Banuhampu, dan simpang Tanjuangalam, Kecamatan Baso. (ryp) Editor : Novitri Selvia