Kapolresta Bukittinggi AKBP Wahyuni Sri Lestari menjabarkan angka kriminalitas pada 2021 tercatat 268 kasus, di 2022 naik menjadi 300 kasus. “Yang paling dominan diantaranya kasus pencurian dengan pemberatan atau Curat terjadi 53 kasus, Curas 2 kasus dan Curanmor 15 kasus,” kata AKBP Wahyuni.
Sementara untuk kasus narkoba, Polresta Bukittinggi menangani 57 kasus di 2021, dan meningkat menjadi 67 kasus di tahun ini.
“Kami mengamankan 77 orang tersangka sepanjang 2021, sementara di 2022 bertambah menjadi 79 orang, berikut barang bukti (BB) Ganja 7.616,55 gram, ekstasi 2 butir dan Sabu-Sabu 41.474,82 gram,” katanya.
Untuk pelanggaran lalu lintas, Wahyuni menyebutkan adanya sedikit kenaikan kasus dari 162 kasus di 2021 menjadi 185 kasus di 2022. “Jumlah korban meninggal dunia ada 29 orang, 1 luka berat dan 272 orang luka ringan, untuk penilangan dilakukan sebanyak 4.117 kali dan teguran 3.110,” katanya.
Selain jumlah pelanggaran itu, kapolresta juga mengungkap beberapa capaian dalam pengungkapan kasus dan pembinaan yang dilakukan ke personel.
“Sidang disiplin kepada personel ada satu kasus narkoba, dan lima tindakan disiplin, prestasi ditorehkan oleh Bbabinkamtibmas di Garegeh dan Malalak Selatan yang berhasil membantu warga melalui program bedah rumah,” kata Wahyuni.
Ia menegaskan, Polresta Bukittinggi tetap fokus mengejar target pelaku dugaan tindakan kriminalitas meskipun dirinya akan pindah tugas ke Polres Payakumbuh di pertengahan Januari 2023 nanti.
“Salah satu target operasi saat ini adalah pelaku dugaan penipuan sapi kurban inisial ALD, bahkan tim sudah sampai ke Pekanbaru dan Jambi, ini menjadi PR besar kami,” kata Polwan pertama yang menjadi Kapolresta di Kota Jam Gadang itu.
Ia mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak dalam pengungkapan kasus di wilayah hukum Polresta Bukittinggi dan membuka diri menerima saran dan kritik untuk peningkatan kualitas kepolisian di Bukittinggi.
“Terima kasih atas kerjasamanya sehingga kegiatan dapat berjalan lancar, maaf atas kekurangan anggota kepada warga Bukittinggi dan Agam wilayah timur, Insya Allah tentunya akan dirubah di 2023 nanti menjadi lebih baik,” pungkasnya. (ryp) Editor : Novitri Selvia