Dibangun oleh konsorsium pengusaha Minang yang sukses di kancah nasional, Hotel Monopoli menawarkan fasilitas lengkap dan desain yang menggabungkan unsur modern dan tradisional Minang. Dengan investasi konsorsium pengusaha tersebut, hotel ini diharapkan menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman menginap yang berkesan di Bukittinggi.
Grand Opening, Monopoli Hotel berikan sejumlah tawaran menarik berupa potongan harga untuk konsumen. Hotel bintang empat yang terletak tepat di jantung Kota Bukittinggi ini menawarkan diskon harga kamar dan makanan yang berlaku dari 1 hingga 7 Oktober mendatang.
Untuk menginap tiga malam, konsumen hanya perlu membayar dengan harga kamar dua malam. Kemudian untuk konsumen yang menginap dua malam, akan mendapatkan potongan setengah harga untuk malam kedua. Makanan di Sianok Restauran dan Anai Bar terdapat potongan harga sebesar 20 persen.
Monopoli Hotel, yang sebelumnya bernama Novotel dan sempat berganti nama menjadi Tripel Tree Hotel & Resort dan saat ini bernama Monopoli Hotel, terletak di jalan Jl. Laras Datuk Bandaro, Bukit Cangang Kayu Ramang Kecamatan Guguk Panjang Kota Bukittinggi dan hanya berjarak sekitar 200 meter dari ikon utama Kota Bukittinggi; Jam Gadang.
"Alhamdulillah telah terjadi serah terima antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kepada kami sebagai pengelola yang dulunya bernama Novotel dan sekarang kita mempunyai nama sendiri yaitu Monopoli Hotel," ujar Presiden Direktur PT Kata Selaras Bersama, Dr Rama Gusriyanto MM dalam sambutannya saat grand opening Monopoli hotel, Selasa (1/10).
Dr Rama Gusriyanto MM juga menjelaskan PT Kata Selaras Bersama merupakan konsorsium yang terdiri dari PT. Sanga Jiwa Group, PT.Iflek Indonesia dan PT.Triva Mandiri Flexsindo.
"Kami berharap dengan adanya kami disini bisa membawa hal-hal baru dan berkah untuk Kota Bukittinggi dan Sumatera Barat semoga semakin baik sektor pariwisatanya. Kami berharap juga support dari pemerintah daerah bis membuat kami lebih baik lagi," tambahnya.
Ia menyebutkan alasan utama konsorsium ini berupaya mendapatkan tender pengelolaan selain karena sejumlah nilai dalam latar belakang hotel juga mereka melihat ada potensi besar pengembangan ekosistem pariwisata di Bukittinggi dan Sumatera Barat ke depannya.
"Kita melihat di Bukittinggi, Hotel ini merupakan hotel pertama berkelas bintang empat adalah hotel ini, dan ini harus dilanjutkan estafetnya oleh putra daerah sendiri. Akhirnya kami berjuang mendapatkan tender pengelolaan hotel ini. Dengan adanya hotel ini, kita melihat ada banyak potensi yang bisa dikembangkan di Bukittinggi dan mudah-mudahan itu terjadi," ucap Dr Rama.
Sementara itu, Ir. YV. Tri Saputra Komisaris PT. Kata Selaras Bersama berkomitmen untuk memastikan kehadiran Monopoli Hotel dapat memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen dan menjadi salah satu pemantik pertumbuhan ekosistem pariwisata dan ekonomi kearah yang lebih baik.
"Hotel ini memiliki arsitektur yang sangat luar biasa dan menjadi salah satu ikon Kota Bukittinggi. Semoga kita bisa terus mengembangkannya kearah yang lebih baik dan berdampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi di Bukittinggi dan Sumatera Barat," sebutnya.
Selain memiliki daya tarik arsitektur yang unik yang menghadirkan kesan romantik hotel, Monopoli Hotel memiliki fasilitas yang lengkap. Terdiri dari 98 kamar dengan lima tipe kamar yang terdiri dari superior, Deluxe, Deluxe Mountain View, Junior Suite dan Singgalang Suite Room yang dilengkapi dengan fasilitas dan interior kamar hotel bertaraf internasional. (rna)
Editor : Hendra Efison