Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mengancam dengan Airsoft Gun, Petugas Keamanan Taman Panorama Baru Dibekuk

Nanda Anggara • Kamis, 10 April 2025 | 14:50 WIB

DIAMANKAN: Petugas Satreskrim Polresta Bukittinggi mengamankan RH, pelaku pengancaman menggunakan airsoft gun, setelah terlibat keributan akibat hak gaji yang belum dibayar.(DOK. Polresta Bukittinggi)
DIAMANKAN: Petugas Satreskrim Polresta Bukittinggi mengamankan RH, pelaku pengancaman menggunakan airsoft gun, setelah terlibat keributan akibat hak gaji yang belum dibayar.(DOK. Polresta Bukittinggi)

PADEK.JAWAPOS.COM-Seorang petugas keamanan Taman Panorama Baru, RH, 42, diamankan oleh pihak kepolisian setelah melakukan pengancaman dan penembakan dengan senjata airsoft gun Sabtu (5/4). RH dilaporkan melakukan aksi tersebut akibat merasa tidak puas karena gajinya yang belum dibayarkan.

Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi, AKP Idris Bakara, menjelaskan bahwa RH mendatangi dua pria dengan membawa senjata api mainan tersebut untuk menuntut hak gajinya yang belum dibayar.

Aksi ini terekam dalam rekaman CCTV, yang menunjukkan RH datang bersama seorang rekannya sembari memegang pistol yang ternyata adalah airsoft gun.

“RH mengacungkan air gun tersebut kepada salah satu pria, bahkan ia sempat melepaskan tembakan ke atas. Ketegangan pun terjadi dan RH tidak bisa dikendalikan meskipun sudah ada upaya untuk menenangkan,” ujar AKP Idris Bakara.

RH sempat mengarahkan airsoft gun tersebut ke kepala seorang pria yang berusaha melerai keributan, hingga akhirnya tangan RH berhasil ditahan. Pihak kepolisian bergerak cepat setelah korban melaporkan kejadian tersebut.

Menurut keterangan Kasat Reskrim, keributan ini terjadi karena RH merasa haknya sebagai petugas keamanan tidak dipenuhi oleh perusahaan tempat ia bekerja.

“RH berhak atas upah sebesar Rp150 ribu per hari jika bekerja, namun ia belum dibayar selama empat hari, sehingga total utangnya mencapai Rp600 ribu,” tambah AKP Idris Bakara.

Kejadian bermula ketika RH menagih gajinya melalui telepon dan diminta untuk menemui pihak yang berutang. Namun, RH diduga merasa tersinggung dengan nada menantang dari pihak tersebut, yang akhirnya memicu aksi membawa airsoft gun ke lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa airsoft gun yang digunakan pelaku bukan miliknya, melainkan milik iparnya. Saat ini, polisi tengah melakukan pengejaran untuk menyita barang bukti yang kini berada di Bekasi.

“Barang bukti tersebut sedang kami usahakan untuk dibawa kembali, dan kami sedang dalam perjalanan untuk menyita senjata tersebut,” kata Idris Bakara.

Sementara itu, polisi masih mendalami kasus ini dan belum dapat menyebutkan pasal apa yang akan dikenakan kepada RH. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku dan bukti-bukti yang ada terus dilakukan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.(stg)

 

Editor : Novitri Selvia
#pengancaman #airsoft gun #Taman Panorama Baru #polresta bukittinggi #AKP Idris Bakara