Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Arisal Aziz Tegaskan Masyarakat Minang Amalkan Pancasila Sejak Nenek Moyang

Hendra Efison • Rabu, 23 Juli 2025 | 19:05 WIB

Sosialisasi Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Komisi XIII DPR RI di Kota Bukittinggi.
Sosialisasi Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Komisi XIII DPR RI di Kota Bukittinggi.
PADEK.JAWAPOS.COM — Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PAN Dapil Sumatera Barat II, H. Arisal Aziz menegaskan bahwa masyarakat Minangkabau telah mengamalkan Pancasila sejak masa nenek moyang.

Pernyataan itu disampaikan saat Sosialisasi Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Komisi XIII DPR RI di Bukittinggi dan Padangpariaman, Sumatera Barat, pada 22–23 Juli 2025.

“Kita orang Minang selama ini sudah mengamalkan Pancasila, karena orang Minang identik dengan Keislamannya. Apabila orang Minang pasti Islam,” ujar Arisal Aziz, yang akrab disapa Josal.

Josal menjelaskan bahwa nilai-nilai Pancasila sudah melekat dalam adat dan kehidupan masyarakat Minang. Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, tercermin dalam dasar keislaman masyarakat.

Sila Kedua berkaitan erat dengan sikap beragama, sedangkan Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, diwujudkan melalui semangat persatuan di tengah keberagaman suku dan agama.

Ia menambahkan bahwa nenek moyang Minang telah mempraktikkan Sila Keempat melalui budaya musyawarah untuk mufakat.

“Ninik mamak kita, pemuka masyarakat kita, selalu memusyawarahkan setiap persoalan untuk mencapai kesepakatan. Dalam pepatah adat Minang berbunyi Bulek Aia Dek Pambuluh, Bulek Kato Dek Mupakai,” ungkapnya.

Direktur Advokasi BPIP, Fuad Himawan, menekankan pentingnya penguatan kembali nilai-nilai Pancasila, mengingat hasil survei BPIP 2019 menunjukkan banyak perilaku generasi muda yang tidak sejalan dengan ideologi Pancasila.

“Banyak terjadi perselisihan, penyebaran hoaks di media sosial, hingga pegawai negeri yang tidak mendukung Pancasila. Selain itu, terdapat 63 Undang-Undang dan 40 Peraturan Daerah yang perlu direvisi karena bertentangan dengan Pancasila,” jelas Fuad.

John Kenedy menyebut Pancasila bukan hanya dasar negara tetapi juga jiwa bangsa, nafas kebangsaan, dan jati diri masyarakat Indonesia.

“Di tengah tantangan sosial, budaya, dan teknologi yang semakin kompleks, penguatan nilai Pancasila penting untuk menjaga harmoni, toleransi, dan semangat gotong royong di masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila di kehidupan sehari-hari.

Tokoh masyarakat Syafrinaldi juga menyoroti pentingnya Pancasila dalam membentuk integritas pemimpin, menumbuhkan moral, serta mendorong keadilan sosial dan tanggung jawab masyarakat.

Kegiatan ini turut menghadirkan Komisioner Bawaslu Sumatera Barat, Vifner, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat peran relawan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.(*)

Editor : Hendra Efison
#Relawan kebajikan pancasila #Masyarakat Minang Amalkan Pancasila Sejak Nenek Moyang #Arisal Aziz