Kegiatan berlangsung di Surau Ka’bah Panampuang pada Rabu–Kamis, 6–7 Agustus 2025.
Pelatihan ini mengusung tema “Penguasaan Public Speaking dan Pemanfaatan AI untuk Optimalkan Perkembangan Usaha”.
Tujuannya memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan komunikasi publik agar usaha mereka semakin berkembang.
Selain pelatihan, Rumah BUMN Bukittinggi dan Forum UMKM Ampe Angkek juga resmi menjalin kerja sama strategis untuk mendorong kemajuan usaha kecil di Bukittinggi dan Agam.
Kesepakatan ini mengusung semangat Inovasi dan Kolaborasi Mewujudkan UMKM Naik Kelas sebagai upaya menciptakan ekosistem bisnis berkelanjutan.
Kolaborasi ini melibatkan BUMN melalui BRI dengan pelaku usaha lokal. Pimpinan Cabang BRI Bukittinggi, Kurniadi, menyebut kerja sama tersebut menjadi langkah nyata dalam memberdayakan UMKM.
“Kami melihat potensi luar biasa dari UMKM di sini. Dengan dukungan yang tepat, mereka bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Kerja sama ini dirancang untuk memberikan solusi komprehensif, mulai dari peningkatan kapasitas hingga perluasan pasar,” kata Kurniadi, Senin (7/8/2025).
Rumah BUMN Bukittinggi menegaskan komitmen penuh melalui program berbasis tiga pilar utama.
Pertama, pelatihan dan pembinaan berkelanjutan, termasuk pendampingan keuangan, pemasaran digital, hingga inovasi produk.
Kedua, penciptaan ekosistem bisnis suportif lewat pertemuan rutin, lokakarya, jejaring UMKM, serta fasilitasi akses modal, perizinan, dan promosi bersama.
Ketiga, pemberdayaan sosial dengan melibatkan generasi muda dan masyarakat melalui mentoring bisnis, kompetisi ide usaha, hingga inkubasi start-up mikro.
Dengan sinergi ini, UMKM di Bukittinggi dan Agam diharapkan mampu naik kelas, menciptakan lapangan kerja, serta berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.(*)
Editor : Hendra Efison