Berdasarkan rilis resmi PVMBG yang dikutip pada Senin (19/1/2026), masyarakat direkomendasikan untuk tidak memasuki atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius tiga kilometer dari puncak kawah Gunung Marapi.
Selain itu, PVMBG juga mengingatkan potensi terjadinya banjir lahar, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi. Ancaman tersebut dinilai meningkat seiring kondisi musim hujan yang masih berlangsung.
Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai dampak hujan abu vulkanik. Apabila terjadi hujan abu, warga diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
PVMBG turut mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga suasana kondusif dengan tidak mudah percaya serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Pemerintah Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam, serta Pemerintah Kota Bukittinggi dan Padang Panjang, diminta untuk terus menjalin koordinasi intensif dengan PVMBG dalam memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi.
Masyarakat juga disarankan untuk memantau informasi terkini terkait aktivitas Gunung Marapi melalui kanal-kanal resmi PVMBG sebagai sumber informasi yang akurat dan terpercaya. (*)
Editor : Adetio Purtama