”Potensi pelanggaran salah satunya kebut-kebutan jelang sahur Ramadhan. Angka kecelakaan di 2025 mayoritas terjadi pada pelanggaran sepeda motor berbonceng tiga,” ujar Kasat Lantas Polresta Bukittinggi, AKP Irsyad Fathur, Senin (19/1).
AKP Irsyad Fathur juga mengungkapkan razia dan hunting segera kembali digelar sebelumnya sempat terhenti karena kondisi bencana hidrometeorologi di Sumbar. Selain itu akan digelar razia gabungan terkait kelayakan kendaraan jelang operasi ketupat.
”Jangan sampai di arus mudik, kendaraan dan pengendara bermasalah seperti terpengaruh narkoba dan untuk memastikan sehat jasmani dan rohani,” sebutnya.
Satlantas juga akan berfokus pada sepeda motor dengan knalpot tidak standar. Kasat lantas juga menegaskan Warga yang merasa dirugikan bisa melaporkan sesuai penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
”Laporan akan segera ditindak lanjuti hingga ke lokasi perkara. Warga bisa melaporkan kerugiannya, termasuk parkir liar atau kendaraan yang menimbulkan kebisingan dan menggangu ketertiban umum,” sebutnya.
Selain itu akan dilakukan pemeriksaan ramp check terkait kondisi fisik, teknis dan administratif kendaraan umum bus dan truk. ”Pemeriksaan dimulai dari Terminal Bus Simpangaur untuk memastikan kendaraan layak jalan, aman, nyaman dan memenuhi standar serta legalitas,” tutupnya. (*)
Editor : Eri Mardinal