Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam keterangan tertulis, Kamis (22/1) menjelaskan fluktuasi aktivitas ditandai dengan erupsi dan hembusan yang relatif stabil.
”Tinggi kolom letusan maksimum tercatat sekitar 1.600 meter dari puncak, sedangkan hembusan asap teramati hingga 250 meter,” sebut Lana Saria.
Secara visual dalam periode 1-15 Januari teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan ketinggian mencapai 50 sampai 250 meter untuk Kolom abu erupsi ada dalam rentang 250 sampai 1.600 meter.
Kemudian secara instrumental, data kegempaan Gunung Marapi didominasi oleh gempa hembusan. Pada periode 1 sampai 15 Januari terekam lima kali gempa letusan dan 29 kali gempa hembusan. Selain itu juga tercatat sejumlah aktivitas kegempaan lainnya.
”Sebanyak 28 kali tremor non-harmonik, 1 kali gempa low frequency, 8 kali gempa vulkanik dangkal, 15 kali gempa vulkanik dalam, 26 kali gempa tektonik lokal dan 36 kali gempa tektonik jauh. Tremor menerus terekam dengan amplitudo 0.5-2 mm, dominan 1 mm,” jelasnya.
Ia juga menambahkan dari evaluasi data-data tersebut maka disimpulkan sampai saat ini Marapi masih dalam status level II atau Waspada.
”Berdasarkan evaluasi terhadap data-data pemantauan di atas maka dalam dua minggu terakhir aktivitas G. Marapi secara umum masih bersifat fluktuatif dalam jangka panjang,” imbuhnya.
Sejalan dengan perkembangan aktivitas dan potensi bahaya, PVMBG memberikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat, di antaranya tidak memasuki area dengan radius 3 kilometer dari puncak kawah, kemudian saat terjadi hujan abu masyarakat diminta untuk mengunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menekan potensi ISPA.
”Masyarakat yang bermukim di sekitaran aliran air yang berhulu di Gunung Marapi diminta mewaspadai potensi banjir lahar yang dapat terjadi terutama di musim hujan,” sebutnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dan meneruskan informasi yang belum terverifikasi. Kemudian masyarakat juga bisa memantau perkembangan aktivitas Marapi lewat kanal resmi PVMBG.
Pemkab Agam dan Tanahdatar serta Pemko Bukittinggi dan Padangpanjang diminta untuk terus berkoordinasi dengan PVMBG untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Marapi. (*)
Editor : Eri Mardinal