Ayam Potong Rp60–70 Ribu di Pasar Bawah Bukittinggi, Pedagang Akui Pembeli Belum Ramai

Dian Nurul Haq • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 05:30 WIB
Pedagang menjual ayam potong di Pasar Bawah Bukittinggi dengan harga sekitar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per ekor, Kamis (1/10/2026).
Pedagang menjual ayam potong di Pasar Bawah Bukittinggi dengan harga sekitar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per ekor, Kamis (1/10/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM—Harga ayam potong di Pasar Bawah Bukittinggi masih berada pada kisaran Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per ekor. Kondisi tersebut turut memengaruhi penjualan pedagang yang mengaku jumlah pembeli belum selalu ramai setiap hari.

Pantauan Padek, Kamis (1/10), harga ayam potong yang dijual pedagang berada di kisaran Rp60 ribu per ekor, bergantung pada ukuran. Untuk ayam berukuran lebih besar, harga jual dapat mencapai sekitar Rp70 ribu per ekor.

Salah seorang pedagang ayam potong, Ajis, mengatakan harga ayam yang dijualnya saat ini sekitar Rp60 ribu per ekor. Sebelumnya, harga berada pada kisaran Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per ekor.

“Kadang-kadang Rp60 ribu. Tergantung ayam masuknya,” ujar Ajis.

Menurut Ajis, perbedaan harga juga disesuaikan dengan ukuran ayam yang diterima dari pemasok. Ayam berukuran besar dapat dijual sekitar Rp70 ribu per ekor.

Pasokan ayam yang dijual Ajis berasal dari Payakumbuh. Jumlah ayam dalam satu peti juga bergantung pada ukurannya, yakni sekitar delapan hingga 10 ekor.

Dari sisi penjualan, omzet Ajis tidak selalu sama setiap hari. Dalam kondisi tertentu, penjualannya mencapai sekitar Rp1 juta. Saat pembeli lebih ramai, omzetnya bisa mencapai sekitar Rp1,5 juta sehari.

“Kadang menjual di sini Rp1 juta. Kadang sampai Rp1,5 juta,” katanya.

Namun, ayam yang dibawa ke pasar tidak selalu habis terjual. Menurut Ajis, kondisi tersebut bergantung pada jumlah pembeli dan keadaan pasar. Pada hari tertentu penjualan lebih ramai, sedangkan pada hari lainnya jumlah pembeli lebih sedikit.

Pedagang ayam potong lainnya, Rudi, juga mengatakan penjualan belum selalu sama setiap hari. Menurutnya, perubahan harga dan jumlah pembeli menjadi hal yang perlu diperhatikan pedagang dalam menjalankan usaha.

Rudi menyebut pasokan ayam yang diperolehnya berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Payakumbuh, Batusangkar, dan Dharmasraya. Ayam tersebut kemudian dibawa ke Pasar Bawah Bukittinggi untuk dijual kepada konsumen.

Ia mengatakan harga ayam dari pemasok dapat berubah mengikuti kondisi pasokan. Ketika harga dari pemasok meningkat, pedagang perlu menyesuaikan kembali harga jual kepada konsumen.

Rudi juga mengatakan ayam yang dibawa ke pasar terkadang habis terjual. Namun, ketika pembeli sepi, jumlah ayam yang terjual ikut menurun.

Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat turut memengaruhi daya beli. Masyarakat tidak hanya mengalokasikan pengeluaran untuk membeli ayam, tetapi juga harus memenuhi kebutuhan sehari-hari lainnya.

Kondisi tersebut membuat pedagang menyesuaikan jumlah pasokan dengan keadaan penjualan. Mereka berharap harga ayam kembali lebih stabil sehingga aktivitas jual beli di Pasar Bawah Bukittinggi berjalan lebih lancar.

Hingga Kamis (1/10), pedagang masih menjual ayam potong dengan harga berbeda sesuai ukuran. Sementara itu, tingkat penjualan masih berubah-ubah mengikuti jumlah pembeli yang datang ke Pasar Bawah Bukittinggi. (mg10)

Editor : Hendra Efison
ayam potong Bukittinggi harga ayam Pasar Bawah pedagang ayam Bukittinggi Pasar Bawah Bukittinggi