Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mufasa: The Lion King, Menampilkan Sisi Baru dari Kisah Legendaris yang Telah Dinantikan Penggemar

Hendra Efison • Rabu, 1 Januari 2025 | 18:59 WIB

A Journey that Forged a Kingdom: Instalasi Spesial Terinspirasi dari Disney’s “Mufasa: The Lion King” di Atrium Senayan City.
A Journey that Forged a Kingdom: Instalasi Spesial Terinspirasi dari Disney’s “Mufasa: The Lion King” di Atrium Senayan City.
PADEK.JAWAPOS.COM— Di momen liburan akhir tahun, The Walt Disney Studios mengajak penggemar masuk kembali ke dalam dunia The Lion King lewat film terbaru, Mufasa: The Lion King.

Menghadirkan sisi baru dari kisah legendaris favorit para penggemar, Mufasa: The Lion King menghadirkan cerita penuh emosi dengan visual memukau, tentang asal usul salah satu karakter paling ikonik – Mufasa. Disney’s Mufasa: The Lion King sudah tayang di bioskop sejak 18 Desember 2024.

Disutradarai oleh Barry Jenkins, pemenang Academy Award®, “Mufasa: The Lion King” merupakan prekuel dari kisah klasik The Lion King, tentang perjalanan luar biasa Mufasa, seekor anak singa yatim piatu hingga menjadi salah satu raja paling dihormati.

Setelah terpisah dari kedua orang tuanya, Mufasa kecil yang kehilangan arah bertemu dengan Taka, seekor singa kecil keturunan raja.

Keduanya kemudian memulai petualangan tak terlupakan bersama teman-teman yang mereka temui selama perjalanan, mengukir kisah baru yang menyenangkan hingga menghadapi berbagai ujian yang mengancam hubungan mereka.

Dikenal sebagai sosok raja yang bijak, perjalanan Mufasa jauh dari kata mudah. Ia tidak punya keluarga ataupun tahta. Namun, berbekal kepercayaan dan sedikit keberuntungan, Mufasa dipertemukan dengan keluarga barunya, yang kemudian mengajarkan ia tentang kehidupan. 

Seperti film-film sebelumnya, kisah Mufasa: The Lion King tidak lengkap tanpa musik yang menginspirasi dan melekat di hati. Film ini menampilkan lagu-lagu orisinal karya Lin-Manuel Miranda, yang diproduksi bersama Mark Mancina, skoring dari Dave Metzger, serta musik tambahan dan penampilan dari Lebo M.

“Musik dalam ‘The Lion King’ selalu menjadi ikon. Musik ini memadukan karya Elton John dengan musik khas Afrika, yang sangat penting bagi saya,” ujar Sutradara Barry Jenkins.

Untuk film ini, Lin-Manuel Miranda benar-benar memahami dan merangkul hal itu. Kami bersama-sama mencoba menggali kembali karya luar biasa dari film aslinya, lalu membawa energi dari Lebo M—yang menurut saya adalah suara dari ‘The Lion King’—untuk menciptakan sesuatu yang baru. Mufasa: The Lion King menampilkan tujuh lagu baru yang membawa penonton lebih dalam lagi ke dalam perjalanan Mufasa.

Dalam rangka menyambut kehadiran “Mufasa: The Lion King,” Disney Studios Indonesia bekerja sama dengan berbagai talenta berbakat dari Tanah Air untuk menghadirkan cerita dan karakter film ini lebih dekat kepada penonton Indonesia.

Perjalanan Mufasa di Instalasi Shadow Lantern, Pintu 6 Gelora Bung Karno

Terinspirasi dari kisah legendaris “Mufasa: The Lion King,” instalasi ini merupakan hasil kolaborasi Disney Indonesia dengan seniman lokal, Saflora Art Studio. Berlokasi di depan Pintu 6 Gelora Bung Karno, Jakarta, area ini menghidupkan keindahan alam Pride Lands dengan deretan karya spesial, termasuk lentera raksasa yang dihiasi ukiran cerita ikonik sang raja.

Pada malam hari, lentera tersebut memancarkan cahaya yang menciptakan bayangan menawan, menggambarkan perjalanan Mufasa dalam permainan cahaya dan bayangan yang memukau. Pengalaman visual ini akan menjadi momen tak terlupakan bagi para penggemar.

Disney Indonesia juga berkolaborasi dengan Senayan City Mall menghadirkan instalasi imersif yang membawa pengunjung lebih dekat dengan cerita dan karakter film ini. (*)

Editor : Hendra Efison
#kisah legendaris #Pintu 6 Gelora Bung Karno #mufasa: the lion king #Senayan City Mall #2025