Disutradarai Todd Phillips, film ini menampilkan pendekatan berbeda dengan memasukkan unsur musikal dan memperkenalkan karakter Harley Quinn yang diperankan Lady Gaga.
Berdasarkan laporan The Guardian, trailer resmi film dirilis menjelang penayangan perdana pada 4 Oktober 2024 di Amerika Serikat, yang juga menjadi rilis global utama.
Todd Phillips menyebut film ini sebagai “eksperimen sinematik tentang delusi yang dibagi dua orang,” merujuk pada istilah folie à deux — kegilaan yang dialami bersama dua individu.
Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly, Phillips menegaskan bahwa Joker: Folie à Deux bukan film superhero konvensional, melainkan drama psikologis dengan sentuhan musikal.
Cerita berfokus pada hubungan kompleks antara Joker dan Harley Quinn — dua sosok yang saling terikat oleh cinta, delusi, dan kehancuran moral.
Lady Gaga, yang sebelumnya sukses lewat A Star is Born (2018), dipilih untuk menggambarkan sisi emosional Harley Quinn.
Menurut NME, film ini menyoroti hubungan simbiotik keduanya sebagai cerminan dari cinta beracun dan kehilangan identitas.
Proses produksi dimulai awal 2023 dengan lokasi syuting di Los Angeles, New York City, dan Belleville, New Jersey.
Berdasarkan catatan Technadu, sinematografi ditangani Lawrence Sher, yang juga menggarap visual film Joker pertama.
Namun, ulasan terhadap film ini terbelah. Berdasarkan data Rotten Tomatoes, Joker: Folie à Deux mencatat skor 31 persen dari 369 ulasan.
Sejumlah kritikus menilai unsur musikal mengurangi intensitas dramatis yang kuat pada film pertama, sementara lainnya memuji keberanian artistik Phillips membawa karakter ikonik ke ranah sinema eksperimental.
Dari sisi komersial, laporan Detikcom mencatat pendapatan global film mencapai sekitar US$204 juta, dengan perolehan domestik US$58 juta — lebih rendah dari proyeksi awal Warner Bros.
Meski demikian, film ini tetap menjadi perbincangan karena pendekatannya yang berbeda dari formula film komik umumnya.
Selain membintangi film, Lady Gaga juga merilis album pendamping bertajuk Harlequin, berisi lagu-lagu dari film tersebut.
People Magazine melaporkan album ini menjadi bagian strategi promosi lintas media yang memperkuat atmosfer musikal film.
Secara tematik, Joker: Folie à Deux mengeksplorasi batas antara realitas dan delusi, serta hubungan antara cinta dan kegilaan.
Nuansa visual bergaya art deco dan performa mendalam Phoenix-Gaga memperkuat kesan teatrikal sekaligus melankolis.
Meski tidak mengulang kesuksesan fenomenal film pertama, Joker: Folie à Deux dipandang sebagai karya berani yang menjembatani film arus utama dan seni eksperimental.
Menurut laporan CBR, film ini termasuk lini Elseworlds DC — berdiri terpisah dari semesta utama DC Studios.
Dengan seluruh kelebihan dan perdebatan yang menyertainya, Joker: Folie à Deux menunjukkan bahwa kisah tentang kegilaan dan identitas dapat berkembang menjadi refleksi artistik yang menggugah, menjadikan film ini salah satu eksperimen sinema paling berani tahun 2024.(CC5)
Editor : Hendra Efison