Film ini disutradarai oleh Halvika Padma, karyawan Unit Produksi Semen sekaligus anggota Komune Film PT Semen Padang.
DSFF 2025 merupakan festival film pendek tahunan yang digelar DOSS Camera & Gadget dengan tema “Cinta di Tiap Frame”.
Dari ratusan karya yang masuk dari berbagai daerah di Indonesia, panitia menetapkan lima film terbaik sebagai nominator.
Baca Juga: 65 Ton Bantuan Bencana Tahap II dari Kementan Tiba di Padang Untuk Sumbar
Kapal Ibu berdurasi tiga menit dan mengangkat genre drama. Cerita berfokus pada hubungan anak dan ibu, dengan latar Pelabuhan TPI Bungus Teluk Kabung, Padang.
Film ini mengisahkan dua anak yang tinggal bersama kakak perempuannya sambil menunggu kepulangan sang ibu yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia selama tiga tahun.
Dalam alur cerita, sang ibu dikisahkan meninggal dunia akibat kapal yang ditumpanginya tenggelam.
Fakta tersebut disembunyikan oleh sang kakak demi menjaga perasaan adiknya, sembari bekerja di dermaga untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Halvika Padma menjelaskan, proses produksi film melibatkan 15 kru dan pemeran. Tahapan produksi berlangsung selama satu bulan, dengan pengambilan gambar intensif selama dua hari.
“Film ini kami produksi dengan keterbatasan sumber daya, tetapi dikerjakan secara kolektif dan terencana,” kata Halvika.
Ia menyebut masuknya Kapal Ibu dalam lima nominasi terbaik sebagai pencapaian penting. “Dari banyak karya yang dikirimkan, terpilih sebagai nominator sudah menjadi capaian yang sangat berarti,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Direktur Keuangan dan Umum PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, yang turut mendukung pendanaan produksi film tersebut. Ia menyatakan dukungan terhadap pengembangan karya kreatif karyawan.
“Perusahaan mendukung talenta internal untuk terus berkarya dan berkembang, termasuk di bidang kreatif,” kata Iskandar.
Keberhasilan Kapal Ibu menembus nominasi DSFF 2025 menambah daftar capaian insan PT Semen Padang di luar sektor industri, khususnya di bidang seni dan perfilman.(*)
Editor : Hendra Efison