Film produksi Visinema Animation itu langsung mencuri perhatian pasar sinema Negeri Ginseng yang dikenal kompetitif.
Jumbo tayang perdana di Korea Selatan pada Selasa, 18 Februari 2026. Tak lama setelah dirilis, film ini berhasil masuk jajaran 10 besar Box Office harian berdasarkan data resmi Korean Film Biz Zone (KoBiz).
Pada hari pertama penayangan, Jumbo melesat ke peringkat ke-6 Box Office harian Korea Selatan.
Pencapaian tersebut diraih di tengah persaingan ketat dengan film domestik Korea serta sejumlah produksi Hollywood yang mendominasi layar lebar.
Berdasarkan data KoBiz, Jumbo mengantongi pendapatan sekitar Rp1,5 miliar atau setara 89.722 dolar AS pada hari perdana.
Angka itu diperoleh dari total 12.648 penonton yang menyaksikan film tersebut di berbagai kota besar Korea Selatan.
Performa film ini terpantau stabil pada hari berikutnya. Hingga Kamis, 19 Februari 2026, Jumbo masih bertahan di peringkat ke-11 Box Office harian dan tetap bersaing dengan sejumlah judul besar lainnya di pasar sinema Korea yang dinamis.
Respons penonton Korea Selatan tercatat positif di berbagai platform media sosial. Banyak warganet memuji kualitas visual animasi yang dinilai halus serta alur cerita yang menyentuh dan mudah diterima lintas budaya.
Akun media sosial @kalcerklub turut menyoroti capaian tersebut melalui unggahan pada Senin, 23 Februari 2026.
Dalam keterangannya, akun itu menyebut keberhasilan Jumbo sebagai lompatan besar industri animasi Indonesia di pasar global yang kompetitif.
“Minggu ini jagat sinema lagi rame bahas ‘Jumbo’! Baru aja rilis 18 Februari kemarin di Korea Selatan, film animasi kebanggaan kita ini langsung melesat ke peringkat ke-6 Box Office harian di sana,” tulis @kalcerklub dalam kutipan resminya.
Baca Juga: Masjid Al-Hakim Padang Dipadati Jamaah Saat Zuhur, Oase Ibadah di Tepi Pantai Padang
Akun tersebut juga menegaskan bahwa data yang disampaikan merujuk langsung pada otoritas perfilman Korea Selatan.
Mereka menyebut pendapatan Rp1,5 miliar dari 12.648 penonton pada hari pertama sebagai bukti valid daya saing film tersebut.
Keberhasilan Jumbo dinilai menjadi momentum penting bagi industri animasi nasional untuk memperluas pasar internasional.
Capaian ini menunjukkan karya animasi Indonesia mampu bersaing di pasar global melalui kualitas visual dan kekuatan narasi.
Publik kini menantikan perkembangan performa Jumbo di pasar internasional lainnya. Prestasi di Korea Selatan menjadi indikator awal bahwa film animasi Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas distribusi global.(*)
Editor : Hendra Efison