Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Film Indonesia “VATERLAND” Menang di Cannes 2026, Cerita Yogyakarta Pukau Critics’ Week Prancis

Heri Sugiarto • Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB
Tim film “VATERLAND or A Bule Named Yanto” menerima CANAL+ Award di Cannes Critics’ Week 2026.(Foto: IST)
Tim film “VATERLAND or A Bule Named Yanto” menerima CANAL+ Award di Cannes Critics’ Week 2026.(Foto: IST)

PADEK.JAWAPOS.COM-Film pendek Indonesia berjudul VATERLAND or A Bule Named Yanto berhasil menorehkan prestasi gemilang di Festival Film Cannes 2026, Prancis.

Karya sutradara Berthold Wahjudi ini dianugerahi CANAL+ Award For Short Film dalam kompetisi La Semaine de la Critique atau Cannes Critics’ Week yang berlangsung pada 13–21 Mei 2026.

Penghargaan diumumkan dalam malam penutupan Critics’ Week edisi ke-65.

Film ini menjadi satu dari dua film pendek yang diakui dalam program prestisius tersebut, bersanding dengan Skinny Boots karya Romain F. Dubois yang meraih Sony Discovery Prize.

Pemenang dipilih dari lebih dari 1.050 karya yang diajukan dari 106 negara di seluruh dunia.

Dipuji karena Kisah Identitas dan Keterasingan Budaya

Film VATERLAND or A Bule Named Yanto mengangkat narasi mendalam tentang identitas di persimpangan budaya.

Cerita berfokus pada Yanto, seorang pemuda keturunan Jerman–Indonesia yang kembali ke Yogyakarta untuk bertemu adik perempuannya.

Harapan reuni sederhana berubah ketika Yanto menyadari bahwa adiknya lebih mudah berasimilasi dalam komunitas lokal dibanding dirinya.

Konflik batin ini berkembang menjadi refleksi tajam tentang rasa memiliki, keterasingan, serta pencarian jati diri di antara dua dunia budaya.

Kolaborasi Indonesia–Jerman dengan Mayoritas Kru Lokal

Kemenangan VATERLAND terasa penting bagi perfilman Indonesia karena merupakan hasil kolaborasi produksi Indonesia–Jerman antara Aftersun Creative Indonesia dan Madfilm (Jerman).

Seluruh proses syuting dilakukan di Yogyakarta, dengan mayoritas kru berasal dari Indonesia.

Menurut produser dan pendiri Aftersun Creative, Annisa Adjam, pengalaman menghadirkan cerita yang sangat lokal namun resonan di panggung internasional merupakan tonggak penting bagi sineas muda Indonesia.

“Bisa membuat film berlatar di Yogya dengan perspektif minoritas, orang dengan kultur campuran seperti ini, lalu mendapatkan reaksi yang sangat baik dari penonton Cannes kemarin, menjadi pengalaman yang sangat berarti buat kami," ungkap Annisa.

Dia berharap film ini menjadi pintu pembuka agar Yanto dapat terus berpetualang di ruang tontonan global serta mendapat apresiasi di Indonesia dan negara lain.

Momentum untuk Perfilman Independen Indonesia

VATERLAND melakukan world premiere pada 19 Mei 2026 di Critics’ Week sebelum akhirnya membawa pulang penghargaan dari CANAL+, jaringan televisi dan platform distribusi ternama asal Prancis.

Keberadaan Annisa Adjam dan produser Bagus Suitrawan di Cannes tidak hanya untuk menerima penghargaan, tapi juga membuka peluang kolaborasi internasional dan memperluas jaringan distribusi bagi film-film independen Indonesia.

Critics’ Week sendiri dikenal sebagai program paralel bergengsi di Festival Cannes yang menghadirkan karya sutradara pendatang baru, dan seringkali menjadi batu loncatan penting bagi karier sineas dunia.

Aftersun Creative adalah creative studio berbasis di Jakarta yang fokus pada riset kreatif, ko-produksi film, dan distribusi karya dengan perspektif sosial serta identitas kontemporer Asia Tenggara.

Studio ini aktif mendorong kolaborasi lintas budaya dan mendukung film independen yang memunculkan suara-suara baru dari ranah kreatif Indonesia.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#film Indonesia Cannes 2026 #CANAL+ Award #Critics’ Week Cannes #VATERLAND or A Bule Named Yanto #film pendek Yogyakarta