PADEK.JAWAPOS.COM — Perpustakaan Kota Bukittinggi mulai ramai dimanfaatkan masyarakat setelah menempati gedung baru di Jalan Panorama, Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang. Kunjungan yang sebelumnya sekitar 40 hingga 100 orang per hari kini meningkat menjadi 200 hingga 300 orang.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bukittinggi, Nauli Handayani, SKM., MM., mengatakan pelayanan telah berjalan meskipun sejumlah pekerjaan interior masih dalam proses penyelesaian.
“Bagi kami itu merupakan penanda bahwa masyarakat ternyata amat sangat antusias untuk berkegiatan literasi, apakah itu membaca buku atau menggali informasi-informasi dan ilmu pengetahuan di kelas-kelas yang kami selenggarakan,” ujar Nauli.
Dari pantauan Padek, Selasa (29/9), sejumlah pengunjung memanfaatkan ruangan perpustakaan untuk membaca, mengerjakan tugas, belajar, hingga melakukan aktivitas lainnya. Petugas juga masih melakukan penataan koleksi dan input data buku.
Gedung perpustakaan tersebut merupakan pengembangan dari perpustakaan sebelumnya di Jalan Perwira, Belakang Balok. Bangunan baru selesai dibangun pada akhir 2025 dan memiliki tiga lantai.
Lantai satu dan dua digunakan untuk layanan perpustakaan, sedangkan lantai tiga digunakan untuk pengolahan koleksi. Meski belum seluruh bagian selesai, masyarakat tetap dapat menggunakan bagian gedung yang sudah siap.
Peresmian gedung direncanakan berlangsung pada 9 Desember 2026.
Selain membaca, masyarakat mulai memanfaatkan perpustakaan untuk mengikuti berbagai kegiatan. Sejumlah kelas seperti mewarnai, menggambar, merajut, public speaking, dan tahsin telah dibuka.
Beberapa kelas dengan kapasitas 30 hingga 50 peserta bahkan terisi hanya dalam hitungan jam hingga beberapa menit setelah pendaftaran dibuka.
Pengunjung juga datang dengan kebutuhan yang berbeda. Fitrawati, mahasiswa yang telah sekitar 10 kali berkunjung, biasanya menggunakan perpustakaan untuk belajar dan mengerjakan tugas.
“Kalau di sini lumayan nyaman. Tempatnya lebih nyaman, lebih santai,” ujarnya.
Menurut Fitrawati, desain bangunan yang modern dan estetik menjadi salah satu daya tarik. Lokasinya di kawasan pusat kota juga memudahkan masyarakat Bukittinggi dan daerah sekitar, termasuk Agam, untuk berkunjung.
Ia berharap koleksi buku terus bertambah, disertai penambahan meja, kursi, dan stopkontak karena banyak mahasiswa membawa laptop untuk mengerjakan tugas.
Pengunjung lainnya, Zahra Florencia, baru pertama kali datang setelah mengetahui perpustakaan tersebut melalui TikTok dan Instagram. Mahasiswi asal Sijunjung itu datang untuk membuat tugas video sekaligus membaca.
“Nyaman sih, kan tenang. Walaupun banyak orangnya, cuman nggak terlalu berisik,” katanya.
Zahra menilai perpustakaan dapat menjadi alternatif tempat belajar bagi mahasiswa yang biasanya mengerjakan tugas di kafe. Ia berharap fasilitas terus dikembangkan dan koleksi buku semakin lengkap.
Sementara itu, Dila telah sekitar lima kali mengunjungi perpustakaan dan memanfaatkannya sebagai working space untuk bekerja serta menyelesaikan pekerjaannya.
“Karena memang setiap kota butuh ada perpustakaannya,” ujarnya.
Dila juga telah menggunakan layanan peminjaman buku. Menurutnya, proses peminjaman cukup mudah dengan menggunakan KTP dan mengisi formulir. Buku dapat dipinjam sekitar dua minggu dan masa peminjaman dapat diperpanjang sesuai ketentuan.
Dari sisi koleksi, Nauli menyebut perpustakaan saat ini memiliki lebih dari 14 ribu judul dengan lebih dari 24 ribu eksemplar. Koleksi tersebut berasal dari perpustakaan lama, pengadaan buku baru melalui Dana Alokasi Khusus Perpustakaan Nasional pada 2025, pokok pikiran, serta pembelian melalui APBD Kota Bukittinggi.
Pengelola juga menyiapkan sejumlah fasilitas untuk memperluas fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar dan kolaborasi. Fasilitas tersebut antara lain mini teater, ruang podcast, ruang baca sekaligus playground anak, area indoor dan outdoor, serta co-working space.
Pengembangan dilakukan secara bertahap karena sejumlah fasilitas dan interior masih dalam proses penyelesaian. Pengelola juga menyiapkan peningkatan jaringan internet untuk mendukung aktivitas pengunjung.
Saat ini pelayanan berlangsung Senin hingga Sabtu. Pengelola juga tengah menyiapkan perpanjangan layanan pada Sabtu malam yang nantinya diisi kegiatan seperti live music bersama komunitas dan pelajar di Bukittinggi.
Nauli mengatakan peningkatan literasi bukan hanya menjadi tanggung jawab perpustakaan, tetapi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, perpustakaan diarahkan menjadi ruang belajar, berinteraksi, dan berkolaborasi.
“Kami berharap perpustakaan ini menjadi ruang belajar bersama, ruang berinteraksi bersama, ruang kolaborasi bersama yang memungkinkan seluruh pihak, seluruh elemen masyarakat berkreativitas di sini,” ujar Nauli.
Peningkatan kunjungan dari 40–100 menjadi sekitar 200–300 orang per hari menunjukkan bertambahnya pemanfaatan gedung baru tersebut. Perpustakaan Kota Bukittinggi kini digunakan bukan hanya untuk membaca, tetapi juga belajar, bekerja, mengerjakan tugas, dan mengikuti kegiatan literasi.(mg10)
Editor : Hendra Efison