“Membumikan adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah” di Sumbar, sudah menjadi keharusan bagi kita semua. Terlebih, ancaman degradasi moral semakin kuat di era mordernisasi ini. Bila tidak, bukan tak mungkin falsafah hidup orang Minang itu akan tercerabut,” katanya.
Menurut dia, momen bulan Ramadhan ini menjadi hal strategis guna menghidupkan sekaligus membumikan ABS-SBK. Salah satunya dilakukan Pemprov Sumbar lewat safari Ramadhan yang menjadi bagian dari visi misi pemprov untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berakhlak mulia, sehat dan terampil, serta meningkatkan tata kehidupan sosial.
Kegiatan ini diawali dengan berbuka bersama di rumah dinas Wakil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, sebelum rombongan bertolak ke Masjid Al-Muhajirin sebelum Isya. Selepas Isya berjamaah, dilanjutkan dengan ramah tamah bersama pengurus dan jamaah masjid.
Pengurus masjid H Asmiral, menyampaikan rasa terima kasih kepada tim safari Ramadhan yang sudah berkunjung ke Masjid Al-Muhajirin.
Lalu, dilanjutkan dengan sambutan Wakil Wali Kota Solok menekankan bahwa kegiatan ini bentuk silaturahim antara masyarakat dengan pemerintah.
Usai ramah tamah, dilanjutkan dengan pemberian bantuan dari Pemprov Sumbar melalui Ketua tim safari Ramadhan Rektor UIN Imam Bonjol Padang kepada Pengurus Masjid Al-Muhajirin. Bantuan ini berupa uang sebanyak Rp 50 juta dan 20 mushaf Al Quran. Kegiatan ditutup dengan tausiyah Ramadhan disampaikan Buya Dr H Muslim Tawakal dan Shalat Tarawih bersama. (r)
Editor : Novitri Selvia