Namun, Rabu (16/3), salah seorang dari keluarga, mendapatkan motor dan sandal Suprihatin di tepi Sungai Batanghari. Di sana ada juga bekas tergelincir.
Sehingga, pria 39 yang diduga mengidap gangguan kejiwaan tersebut, diduga terjatuh dan hanyut di Sungai Batanghari itu.
Camat Tiumang Afrizon yang mendapatkan kabar itu, langsung menghubungi pihak BPBD Dharmasraya. “Pencarian dilakukan tim BPBD Dharmasraya dari titik ditemukannya sendal dan motor,” ujar Afrizon kepada Padang Ekspres, kemarin.
Proses pencarian, lanjutnya, juga dibantu oleh warga, serta pihak nagari hingga kecamatan. Lalu Kapolsek Koto Baru Iptu Iin Cendri. “Pencarian itu dilakukan menggunakan 1 unit perahu protelin,” kata camat.
Setelah melakukan penyisiran sungai sekitar 1 kilometer, penyisiran dihentikan karena hari yang mulai gelap. “Pencarian pun dilanjutan pagi hari ini (Kamis, 17/3),” ucap Afrizon.
Beruntung, pencarian lanjutan Kamis (17/3), tak berlangsung lama. Suprihatin pun ditemukan sekitar pukul 09.00. Malangnya, kondisi sudah tidak bernyawa atau meninggal dunia.
“Korban ditemukan di kawasan Tanjung Pucuk, Kecamatan Tujuhkoto, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi,” tukas camat.
Sedangkan Kalaksa BPBD Dharmasraya, Eldison, melalui Kepala Sub Koordinator Analis Kebencanaan, Koordinator dan Logistik BPBD Dharmasraya, Ardianus Effendi, menjelaskan korban ditemukan 10 kilometer dari titik awal pencarian.
“Usai dievakuasi tim dari sungai, korban langsung dibawa ke puskesmas terdekat. Setelah itu, korban diangkut ke rumah duka untuk dimakamkan oleh pihak keluarga,” kata Ardianus. (ita) Editor : Novitri Selvia