Kegiatan pesantren Ramadan merupakan kegiatan yang sangat positif sekali dalam membentuk karakter siswa yang agamis dan berakhlakul karimah, peduli sesama dan mandiri.
Pesantren kilat tersebut diisi dengan kegiatan Salat Duha, tadarusan dan tauziah, pemberian materi keagamaan, belajar sedekah dan pildacil. Kegiatan pesantren Ramadhan tersebut disarankan untuk menggunakan masjid yang dekat dari sekolah, untuk memudahkan dan meramaikan masjid.
Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Dharmasraya Pariyanto pada Selasa (4/4). Pelaksanaan pesantren Ramadhan merupakan kolaborasi kegiatan sekolah pada bulan ramadhan yang dilaksanakan oleh sekolah dari jenjang sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan SLB yang menitikberatkan pada pendidikan keagamaan dan karakter.
Kegiatan tersebut sangat penting sekali untuk dilaksanakan di sekolah atau di madrasah. Dalam upaya adanya keseimbangan pengetahuan keagamaan peserta didik dengan perkembangan IPTEK saat ini.
IPTEK dan Imtaq adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kekuatan ilmu pengetahuan tanpa bimbingan iman akan menghantarkan pelakunya dan orang lain pada kehancuran. Sebaliknya keimanan tanpa dasar ilmu adalah buta.
Hal yang sama diungkapkan Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan membuka acara Pesantren Kolaborasi se-Kabupaten Dharmasraya,bertempat di Masjid Agung Dharmasraya beberapa hari yang lalu.
Tema pesantren ramadhan tahun 1444 H adalah melalui pesantren ramadhan kolaborasi kita wujudkan penguatan iman dan taqwa peserta didik untuk mewujudkan peserta didik yang berkarakter untuk menuju profil pelajar pancasila.
Oleh karena itu perlu adanya kegiatan-kegiatan yang bisa memfasilitasi pemenuhan akan pengetahuan keagamaan untuk mengimbangi peserta didik, dalam mencari jati diri yaitu salah satunya dengan kegiatan pesantren kolaborasi yang dilaksanakan di Masjid atau Mushalla.
"Di samping itu pada momentum bulan ramadhan ini kembali kita isi dengan pengetahuan pengetahuan dan adab agama islam kepada peserta didik kita. Agar menjadi generasi yang kuat iman dan taqwa yang didasari oleh ilmu," ucapnya.
Untuk itu di harapkan pelaksanaan kegiatan pesantren ramadhan kolaborasi ini adalah meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan agama silam. Serta ketaqwaan kepada Allah SWT bagi seluruh insan pendidikan. Baik tenaga kependidikan maupun peserta didik melalui pembelajaran dan praktek ibadah, hafalan dan pemahaman sisi kandungan Al-quran.
Serta meningkatkan syiar Islam dan memakmurkan masjid atau musola di lingkungan sekolah dan sekotar sekolah dalam bulan Ramadan. Ketiga, menanamkan rasa cinta masjid atau musolah sebagai sentral aktivitas muslim sehari-hari. Serta menumbuhkan kerinduan peserta didik terhadap bulan Ramadan sehingga enggan berpisah dengan bulan Ramadan.
Dan tidak merasa berat dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan. Terakhir, membangun kebersamaan, kesederhanaan dan persaudaraan ukuwah islamiyah sesama pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik serta anggota masyarakat di lingkungan sekolah. (ita)
Editor : Novitri Selvia