Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya, Eldison, mengonfirmasi kejadian tersebut.
“Jalan tersebut runtuh atau terban yang mengakibatkan badan jalan amblas masuk ke dalam genangan air,” ujarnya saat dihubungi padek.jawapos.com, Sabtu (8/3/2025).
Pihak BPBD Dharmasraya belum dapat memastikan penyebab pastinya, namun menduga fenomena ini berkaitan dengan genangan air yang telah lama berada di sekitar lokasi.
“Penyebabnya kami belum tahu pasti, kemungkinan air tergenang itu menjadi penyebabnya. Cuma semacam likuifaksi, kita tidak tahu juga,” jelas Eldison.
Untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya amblesnya jalan tersebut, BPBD Dharmasraya akan melakukan tinjauan langsung ke lokasi bersama dengan tim ahli.
“Maka dari itu tentu akan melihat dulu ke lokasi bersama teman-teman yang mengerti dengan itu, terutama teman dari Dinas PUPR,” tambahnya.
Eldison menekankan bahwa peristiwa ini bukan disebabkan oleh banjir, melainkan karena genangan air yang telah lama menumpuk di area tersebut.
“Karena itu tidak disebabkan banjir, cuma airnya sudah tergenang di sana. Air yang tergenang menumpuk,” tegasnya.
Saat ini, akses jalan Bukit Lantak sama sekali tidak dapat dilalui kendaraan. BPBD Dharmasraya telah melakukan koordinasi melalui zoom meeting dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Dharmasraya untuk penanganan segera.
“Untuk sekarang akses jalan tersebut tidak bisa dilalui sama sekali. Tadi kami sudah zoom meeting dengan Sekda untuk ditindaklanjuti segera ke lapangan. Berdasarkan kajian di lapangan nanti akan dilaporkan kembali kepada beliau,” ungkap Eldison.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Dharmasraya telah menginformasikan kepada masyarakat tentang situasi ini dan memasang rambu-rambu peringatan di lokasi kejadian.
“Sekarang tentu kita membuat informasi ke masyarakat atau memasang rambu-rambu di sana untuk tidak bisa dilewati,” jelasnya.
Untuk mengakomodasi mobilitas warga, pihak berwenang telah menyediakan jalur alternatif. “Jalur alternatif lain ada di jalan biasanya di arah Sitiung-Pulai dan bisa juga akses di Kiliran Jao. Itu jalur yang paling dekat dari Timpeh ke Pulaupunjung,” kata Eldison.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyatakan akan segera menindaklanjuti permasalahan ini setelah mendapatkan laporan hasil kajian di lapangan. Masyarakat diminta untuk berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif yang telah direkomendasikan hingga akses jalan di Bukit Lantak dapat diperbaiki. (*)
Editor : Adetio Purtama