Beberapa kaca jendela pecah, dan sejumlah ruang pelayanan terpaksa dikosongkan demi keselamatan pasien. Insiden terjadi menjelang waktu magrib dan mengakibatkan pecahan kaca berserakan di area rumah sakit.
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, beberapa pasien sempat dievakuasi ke ruangan lain yang lebih aman.
Direktur RSUD Sungaidareh, dr. Sartinovita, mengonfirmasi bahwa kerusakan terjadi di empat titik utama fasilitas rumah sakit.
“Kerusakan terparah terjadi di lantai tiga, tepatnya di Ruang Kenari (penyakit dalam). Selain itu, dinding kaca di lantai satu dan dua serta ruang gizi juga terdampak. Kaca yang jatuh bahkan sempat mengenai area ruang gizi,” jelasnya, Senin (19/5).
Meski terdampak cukup signifikan, Sartinovita memastikan bahwa pelayanan medis tetap berjalan normal. Tim darurat rumah sakit segera melakukan pembersihan puing kaca dan perbaikan sementara.
“Begitu kejadian terjadi, kami langsung kerahkan petugas untuk membersihkan area terdampak dan memindahkan pasien ke tempat aman. Tidak ada korban dalam insiden ini,” ujarnya.
Tim rumah sakit saat ini tengah mempercepat proses perbaikan agar semua fasilitas dapat kembali berfungsi maksimal. Sartinovita juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memastikan bahwa keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama.
Salah satu pasien, Eka Widiawati Sari, 44, yang dirawat di Ruang Kenari, menjadi saksi langsung saat kaca jendela pecah akibat terpaan angin.
“Anginnya kencang sekali. Tidak lama kemudian terdengar suara kaca pecah. Saya langsung panik,” tutur Eka saat ditemui. (ita)
Editor : Novitri Selvia