PADEK.JAWAPOS.COM-Program inovatif “Sawah Pokok Murah” yang diluncurkan di Nagari Gunung Medan, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, terbukti berhasil meningkatkan produktivitas pertanian.
Melalui pendekatan berbasis efisiensi biaya dan teknologi ramah lingkungan, hasil panen petani naik hingga 30 persen dari sebelumnya 24 karung gabah kering menjadi 31 karung.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Darisman, Kamis (3/7). Ia menyebutkan bahwa program ini bukan sekadar konsep, melainkan telah memberikan dampak nyata di lapangan.
“Petani kini bisa menanam padi dengan biaya produksi yang jauh lebih rendah, namun hasilnya meningkat signifikan. Ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian rakyat, sejalan dengan program Presiden,” ujar Darisman.
Program “Sawah Pokok Murah” mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Bupati Annisa Suci Ramadhani menghadiri langsung acara launching budidaya padi berbasis inovasi tersebut pada Rabu (2/7), bersama sejumlah pejabat daerah dan kelompok tani setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Annisa menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung visi Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk mencapai swasembada pangan nasional.
“Kami berkomitmen mendukung program One Village One Product (OVOP), khususnya di sektor pertanian. Setiap nagari yang memiliki potensi sawah akan kami bantu, baik dari sisi sarana dan prasarana, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga ketersediaan pupuk, tentunya sesuai dengan kemampuan anggaran daerah,” tegas Annisa.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa perluasan areal sawah saat ini sudah tidak memungkinkan lagi. Karena itu, solusi yang ditempuh adalah intensifikasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi, seperti pemupukan berimbang, sistem irigasi modern, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani.
“Inovasi Sawah Pokok Murah ini tidak hanya menekan biaya, tetapi juga ramah lingkungan dan terbukti meningkatkan hasil. Saya berharap para petani tidak berhenti belajar dan terus terbuka terhadap inovasi baru,” ucapnya.
Bupati juga menyampaikan rencana integrasi program ini dengan sistem mina padi, yakni budidaya ikan di area persawahan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani secara signifikan.
“Jika ini berhasil, petani kita tidak hanya memanen padi, tetapi juga bisa sekaligus panen ikan. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui,” ujar Annisa optimistis. (ita)
Editor : Novitri Selvia