Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

”Beras Merah” Tekan Penyebaran Kasus DBD

Zulfia Anita • Jumat, 11 Juli 2025 | 13:45 WIB

EDUKASI: Petugas Puskesmas Sungai Rumbai saat memberiukan arahan kepada warga agar bergotong royong membersihkan lingkungan dalam program Beras Merah, untuk cegah DBD.(DOKUMEN PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI)
EDUKASI: Petugas Puskesmas Sungai Rumbai saat memberiukan arahan kepada warga agar bergotong royong membersihkan lingkungan dalam program Beras Merah, untuk cegah DBD.(DOKUMEN PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI)

PADEK.JAWAPOS.COM-Puskesmas Sungai Rumbai berhasil mengembangkan terobosan baru dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui program inovatif bernama “Beras Merah” (Bersihkan Sarang Nyamuk Sekitar Rumah).

Inovasi ini digagas oleh Zasti Novera DHR, perawat sekaligus Koordinator Program DBD Puskesmas Sungai Rumbai, dan telah menunjukkan dampak positif dalam menekan angka penularan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.

“Sebelum ada Beras Merah, kami sering menemukan jentik nyamuk dan jumlah kasus DBD cukup tinggi di wilayah kerja puskesmas. Kini, dengan gerakan rutin setiap hari Sabtu, kesadaran masyarakat meningkat signifikan,” ujar Zasti di Sungai Rumbai, Kamis (10/7).

Program yang pertama kali diperkenalkan pada 24 Oktober 2024 ini melibatkan seluruh staf puskesmas dan masyarakat dalam kegiatan membersihkan lingkungan sekitar.

Aksi bersih-bersih tak hanya dilakukan di permukiman warga, tetapi juga menyasar kantor-kantor pemerintahan setempat, seperti kantor wali nagari dan kecamatan.

Kepala UPT Puskesmas Sungai Rumbai menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan langkah preventif yang jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kasus DBD terjadi.

“DBD adalah penyakit berbasis lingkungan. Dengan menghilangkan sarang nyamuk, kita telah memutus mata rantai penularannya,” jelasnya.

Hasil nyata dari program ini terlihat dari data temuan kasus DBD per bulan yang mengalami penurunan. Warga pun merasa lebih nyaman karena lingkungan kini terbebas dari genangan air dan tempat berkembang biaknya nyamuk.

Ke depan, program Beras Merah diharapkan bisa diterapkan di wilayah lain sebagai model pencegahan DBD berbasis partisipasi masyarakat. “Kami ingin ini menjadi gerakan yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial,” pungkas Zasti.(ita)

Editor : Novitri Selvia
#beras merah #Puskesmas Sungai Rumbai #dbd